PWRI Kota Cirebon Berjuang untuk TKI Korban Penipuan di Myanmar

Diupdate pada 13 Desember, 2024 5:25

Tayang Jum’at, (13/12/2024)

Cirebon-Borneoindonesianews.com,-Setelah sukses memulangkan TKI korban penipuan di Kamboja beberapa lalu, Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) DPC Kota Cirebon kini kembali menerima laporan serupa. Sejumlah TKI di Myanmar melaporkan bahwa mereka menjadi korban jaringan penipuan internasional yang memaksa mereka bekerja sebagai scammer daring. Modus operandi kejahatan ini melibatkan penipuan berbasis media sosial yang menargetkan pria-pria di Indonesia.

Modus Jaringan Penipuan Internasional

Dalam melancarkan aksinya, jaringan penipuan ini menggunakan media sosial seperti Facebook. Para pelaku menyamar sebagai wanita cantik untuk memikat korban secara emosional. Mereka kemudian menawarkan peluang bisnis yang menjanjikan keuntungan besar. Awalnya, korban menerima keuntungan kecil untuk membangun kepercayaan. Namun, ketika mereka meningkatkan investasi, para pelaku langsung menghilang dengan membawa seluruh uang korban.

Hasil investigasi PWRI DPC Kota Cirebon menunjukkan bahwa jaringan ini memanfaatkan toko online berlisensi resmi untuk melancarkan aksinya. Selain itu, pelaku menggunakan teknologi canggih buatan China yang mampu mengubah wajah saat video call, sehingga korban benar-benar percaya bahwa mereka sedang berkomunikasi dengan seorang wanita.
Dalam beberapa kasus, menurut info salah satu korban via percakapan via telp , ada korban pernah mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.

Kondisi Memprihatinkan Para Korban

Sebagian besar korban adalah pria muda berusia 19 hingga 24 tahun yang dipaksa memenuhi target penghasilan hingga Rp60 juta per bulan. Para korban dilatih untuk menipu dengan iming-iming hadiah seperti iPhone dan bonus lainnya. Namun, jika mereka gagal, hukuman keras seperti penyiksaan fisik, setrum listrik, atau dikurung di ruang isolasi menjadi konsekuensinya.

Salah seorang korban, Arif, yang pernah diselamatkan PWRI dari kasus serupa di Kamboja, menceritakan kondisi mengerikan di tempat penyekapan. Para korban ditempatkan di gedung tertutup dengan penjagaan ketat, diperlakukan seperti budak, dan kehilangan kebebasan.

PWRI Kota Cirebon Ambil Langkah Cepat

PWRI DPC Kota Cirebon terus bergerak untuk mengadvokasi para TKI yang terjebak di Myanmar. Ketua PWRI, Raden Kemal, menegaskan komitmen organisasinya untuk membantu para korban.

“Kasus ini menyoroti betapa rentannya TKI terhadap kejahatan internasional. Kami akan berupaya maksimal agar mereka bisa kembali ke Indonesia dengan selamat,” ujar Raden Kemal.

PWRI juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap modus penipuan daring, terutama yang melibatkan hubungan personal atau investasi online. Jaringan kejahatan semacam ini tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga merusak kehidupan banyak orang.

PWRI mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah tegas membongkar jaringan ini dan memastikan keselamatan para korban yang masih terjebak. Upaya bersama ini diharapkan dapat menjadi langkah preventif agar kejadian serupa tidak lagi terjadi di masa depan.

(Raden Prawira)

Editor Utama : Robet T. Silun

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews