Diupdate pada 18 Mei, 2026 2:41
Padang Pariaman-Borneoindonesianews.com-Komitmen pemerintah dalam memulihkan lahan pertanian pascabencana di Sumatera Barat terus diperkuat. Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP) Kementerian Pertanian, Hermanto, turun langsung meninjau sejumlah lokasi lahan terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu (16/5/2026).
Didampingi Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, beserta jajaran, Hermanto meninjau lahan rusak berat dan hilang di kawasan Asam Pulau, Kayu Tanam. Ia juga melihat langsung progres rehabilitasi lahan rusak ringan dan sedang di Tanah Taban, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Lubuk Alung.
Dalam kunjungannya, Hermanto menegaskan bahwa komitmen pemerintah pusat untuk menuntaskan rehabilitasi lahan pertanian pascabencana di Sumatera Barat telah direalisasikan sesuai target Menteri Pertanian.
“Janji kita bersama Pak Menteri untuk menuntaskan rehabilitasi lahan pascabencana di Sumatera Barat benar-benar terealisasi di bulan Mei ini. Hari ini saya bersama Pak Bupati meninjau langsung di Padang Pariaman dan alhamdulillah semuanya sudah selesai,” ujarnya.
Ia menyebutkan, total sekitar 4.000 hektare lahan pertanian di Sumatera Barat telah direhabilitasi akibat bencana hidrometeorologi. Seluruh proses rehabilitasi kini telah rampung 100 persen, dengan sekitar 95 persen lahan sudah kembali ditanami petani.
“Saat ini tinggal sekitar lima persen lagi yang masih dalam proses tanam. Ini tentu menjadi kabar menggembirakan karena aktivitas pertanian masyarakat mulai kembali normal,” katanya.
Hermanto juga menyoroti pembangunan tanggul di sejumlah aliran sungai yang sebelumnya rawan meluap dan merusak sawah warga. Menurutnya, keberadaan tanggul menjadi langkah penting dalam mitigasi bencana agar lahan pertanian tidak kembali terdampak.
“Kita sudah melihat langsung, sungai yang sebelumnya belum memiliki tanggul kini sudah dibangun pengaman. Ini penting untuk menahan air saat banjir sehingga sawah masyarakat lebih terlindungi,” jelasnya.
Ia menambahkan, Kementerian Pertanian akan terus mendukung kebutuhan sektor pertanian di Padang Pariaman, termasuk pembangunan jaringan irigasi tersier guna memastikan ketersediaan air bagi lahan yang telah direhabilitasi.
“Jika masih diperlukan dukungan, seperti jaringan irigasi tersier, kami siap membantu agar petani tidak lagi terkendala persoalan air di lapangan,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menyebut kehadiran Dirjen LIP menjadi angin segar sekaligus semangat baru bagi para petani terdampak bencana.
Menurutnya, setelah proses rehabilitasi lahan berhasil diselesaikan lebih cepat dari target, pemerintah pusat juga siap mendukung pembangunan irigasi tersier di kawasan terdampak.
“Kami telah menyiapkan proposal kepada Pak Dirjen karena beliau memang menangani lahan dan irigasi pertanian. Kehadiran beliau memastikan komitmen kepada Pak Menteri benar-benar terlaksana. Target satu bulan, alhamdulillah selesai dalam 23 hari,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, serta seluruh pihak yang telah bergotong royong mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabencana.
“Atas dukungan semua pihak, masyarakat petani Padang Pariaman tentu mengucapkan terima kasih. Semoga seluruh persoalan lahan sawah pascabanjir dan longsor dapat dituntaskan sehingga petani kembali beraktivitas normal,” ujar JKA.
Kegiatan peninjauan tersebut turut dihadiri jajaran Dinas Pertanian Sumatera Barat, anggota DPRD dari daerah pemilihan setempat Rahmad Mamudal, sejumlah kepala perangkat daerah, camat, wali nagari, penyuluh pertanian, serta kelompok tani setempat.
Editor Utama : Robet T. Silun






