Ritual Panjang Jimat Keraton Kacirebonan: Harmoni Religi, Budaya, dan Kebersamaan

Diupdate pada 8 September, 2025 7:37

Tayang Senin, (08/09/2025)

Cirebon-Borneoindonesianews.com,- Malam bulan Maulid kembali memancarkan nuansa sakral di Keraton Kacirebonan. Pada Jumat (5/9/2025), tradisi Panjang Jimat atau Pelal digelar dengan khidmat di area Prabayaksa, menjadi rangkaian peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang selalu menyedot antusiasme masyarakat Cirebon dan tamu undangan dari berbagai kalangan.

Panjang Jimat bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan juga perwujudan pelestarian adat Cirebon yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Pangeran Raja Sultan Abdul Ghani dalam sambutannya menyampaikan bahwa tradisi ini adalah bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus sarana untuk meneguhkan rasa syukur dan cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Ia pun menyampaikan terima kasih atas kehadiran para tamu undangan yang turut memeriahkan prosesi tersebut.

Prosesi Panjang Jimat dimulai dengan doa dan lantunan shalawat, dilanjutkan dengan keluarnya benda-benda pusaka keraton keris, tombak, serta warisan leluhur lainnya yang dibersihkan dan disucikan. Tindakan ini sarat simbolisme: pembersihan pusaka sebagai cermin penyucian diri sekaligus penghormatan terhadap sejarah panjang keluarga besar keraton.

Suasana semakin bermakna dengan hadirnya berbagai elemen masyarakat: tokoh adat, pejabat, budayawan, hingga warga yang datang dari dalam maupun luar Cirebon. Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa Panjang Jimat telah menjadi ruang bersama, tempat di mana nilai spiritual dan kebudayaan berpadu dengan harmoni.

Lebih dari sekadar seremoni, Panjang Jimat juga menjadi ajang mempererat silaturahmi. Para pengunjung tampak saling berinteraksi hangat, mengabadikan momen, hingga menikmati suasana khas keraton yang penuh nilai historis.

Rangkaian acara ditutup dengan makan bersama menggunakan sajian khas Cirebon, mencerminkan nilai egaliter, persaudaraan, dan keguyuban masyarakat Cirebon.

Dengan terselenggaranya Panjang Jimat tahun ini, Keraton Kacirebonan tidak hanya menegaskan posisinya sebagai penjaga tradisi, tetapi juga sebagai pengingat bagi generasi muda bahwa warisan leluhur adalah identitas yang mesti dijaga.

( Raden Prawira )

Editor Utama : Robet T. Silun

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews