Diupdate pada 30 Juni, 2026 8:07
Tayang Selasa, (30/06/2026)
Bungo-Borneoindonesianews.com,-Duka menyelimuti warga Kampung Teluk Betung RT. 004,Dusun Tepian Danto,Kecamatan Jujuhan Ilir, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi.Seorang Lansia penderita stroke, Abasri(70),Meninggal Dunia setelah terjebak di dalam rumahnya yang dilalap si jago merah pada Senin(29/6/2026), sekitar pukul 15.00Wib.
Peristiwa memilukan itu diduga bermula dari suara ledakan keras berasal dari tengki sepeda motor yang brada didalam rumah korban, tak lama berselang,Api langsung membesar dan menghanguskan bangunan semi permanen tersebut.
Dua warga setempat, Rosida wati dan Herpan,yang mendengar ledakan spontan keluar rumah,Mereka mendapati kobaran Api telah membesar dan melalap seluruh bangunan milik korban.
Ditengah kepanikan,istri korban, Suda,berusaha menyelamatkan suaminya. Namun, Abasri yang telah lama menderita stroke membuat proses evakuasi suaminya tidak memungkinkan,sentara kobaran api semakin membesar akhirnya mengkepung korban hingga suda mengaku sempat melihat percikan api dari bagian atas dapur sebelum kobaran api dengan cepat menjalar keseluruh bagian bangunan.
Mendapat lapiran dari masyarakat, personel Kapolsek Jujuhan langsung menuju lokasi untuk melakukan Tindakan Pertama Tempat Kejadian Perkara (TPTKP),Saat petugas tiba, Api berhasil dipadamkan berkat bantuan warga sekitar.
Kebakaran tersebut menghanguskan satu unit rumah semi permanen berukuran 4×6 meter, dan satu unit sepeda motor yamaha vixion, serta peralatan rumah tangga lainnya. Total kerugian material diperkirakan mencapai 70 juta rupiah.
Jenazah almarhum kemudian dibawa ke Masjid AL-Muttakin sebelum dikebumikan di TPU Dusun Tepian Danto, Kecamatan Jujuhan Ilir, Kabupaten Bungo.
Datin Rio Dusun Tepian Danto, Yuliana., S. Gz, membenarkan peristiwa tersebut, ia menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban sekaligus mengapresiasi kepedulian warga yang bahu- membahu membantu memadamkan api dan membantu semua proses evakuasi.
“Istri korban sudah berupaya menyelamatkan korban, namun takdir berkata lain, Kami atas nama Pemerintah Dusun Tepian Danto turut berduka cita atas musibah ini, Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan,”ujar Yuliana Datin.
Dalam penangan perkara, pihak kepolisian telah menyarankan agar melakukan visum ataupun Autopsi untuk kepentingan penyelidikan, Namun pihak keluarga korban menolak dan membuat surat pernyataan resmi.
Anak kandung korban, Henpuryanti binti Abadri (40),
menyatakan bahwa pihak keluarga korban telah mengikhlaskan kepergian Allmarhum orang tuanya karena musibah dan itu sudah menjadi takdir.
Kami keluargamenyatakan tidak akan menuntut pihak manapun atas musibah tersebut serta kami tidak bersedia dilakukan vidum maupun Autopsi terhadap Jenazah allmarhum orang tua kami.
Kapolsek Jujuhan, AKP Budi Santoso,. S.H, mengatakan pihaknya telah melakuksn serangkaian tindakan kepolisian, mulai mendatangi lokasilokasi kejadian, memasang garis polisi, mengamankan barang bukti, memeriksa sejumlah saksi, hingga berkoordinasi dengan Pemerintah Dusun dan Unit Identifikasi Satreskrim Polres Bungo.
“Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan ileh pihak kepolisian,” tegas Kapolsek.
(Abdul Kahar)
Editor Utama : Robet T. Silun






