Diupdate pada 27 Maret, 2026 9:28
Tayang Jum’at, (27/03/2026)
Cirebon-Borneoindonesianews.com,- Di tengah harga kebutuhan pokok yang naik turun tak menentu, ada satu hal sederhana yang kini terasa begitu berarti bagi banyak warga: beras dan minyak goreng di dapur tetap tersedia.
Kamis (26/3/2026), harapan itu mulai terlihat nyata di Kantor Kelurahan Larangan. Sejak pagi, warga berdatangan dengan wajah penuh harap. Mereka bukan sekadar antre bantuan, tapi sedang menunggu sedikit kelegaan di tengah himpitan ekonomi yang makin terasa.
Pemerintah Kota Cirebon bersama Perum Bulog resmi menyalurkan bantuan pangan untuk alokasi Februari dan Maret 2026. Program ini digelar serentak di 22 kelurahan, menyasar puluhan ribu keluarga yang selama ini harus berjibaku menjaga dapur tetap “menyala”.
Di lokasi, Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, turun langsung memastikan proses berjalan lancar. Ia menyadari, bantuan ini bukan sekadar distribusi logistik, tapi tentang menjaga rasa aman warga.
“Pemerintah tidak boleh diam. Ketika harga bergerak naik, kami harus hadir. Bantuan ini diharapkan bisa sedikit meringankan beban dan membuat masyarakat lebih tenang dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Program ini menyasar warga dari kategori miskin ekstrem hingga menengah (Desil 1–4). Bagi mereka, bantuan ini bukan hanya angka dalam data, melainkan penopang hidup di saat kondisi ekonomi tak selalu berpihak.
Setiap keluarga menerima 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Jumlah yang mungkin terlihat sederhana, namun bagi banyak warga, itu berarti beberapa minggu ke depan tanpa rasa cemas berlebihan.
Kepala Perum Bulog Cabang Cirebon, Imam Mahdi, menyebutkan bahwa total penerima manfaat mencapai 35.031 keluarga. Proses distribusi ditargetkan rampung dalam enam hari, dari 26 hingga 31 Maret 2026.
“Kami ingin bantuan ini segera dirasakan. Semoga bisa menjadi penguat bagi masyarakat di tengah situasi yang tidak mudah,” katanya.
Lebih dari sekadar bantuan, program ini menjadi bukti bahwa negara masih hadir di tengah warganya. Bukan hanya melalui kebijakan, tapi lewat sesuatu yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari: kebutuhan makan.
Di antara antrean dan karung beras yang dibagikan, terselip satu hal yang tak kasat mata rasa lega. Dan di masa seperti sekarang, rasa itu adalah bantuan yang tak kalah penting.
(Hans)
Editor Utama : Robet T. Silun






