SD dan SMP Swasta Yang Jalin Kerja Sama Dengan Pemko Pekanbaru Terima Bantuan Seragam Gratis

Diupdate pada 13 Agustus, 2026 4:02

Tayang Kamis, (13/08/2026)

Pekanbaru-Borneoindonesianews.com,- Tak hanya murid baru di sekolah negeri, peserta didik di sejumlah SD dan SMP swasta yang menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru juga bakal menerima bantuan seragam sekolah gratis pada tahun ajaran 2026/2027.

Penyaluran seragam gratis tersebut direncanakan berlangsung pada Oktober 2026 mendatang. Program ini merupakan realisasi kebijakan Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, untuk membantu kebutuhan perlengkapan sekolah bagi peserta didik baru.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal mengatakan, pihaknya telah melakukan pendataan terhadap sekolah negeri dan swasta yang bekerja sama dengan Pemko Pekanbaru. Termasuk pendataan ukuran seragam bagi peserta didik yang akan menerima bantuan. “Mereka juga mendapatkannya, kita sudah dapatkan ukurannya,” kata Abdul Jamal, Rabu (12/8/2026).

Selain peserta didik sekolah swasta mitra Pemko, bantuan seragam juga diberikan kepada 9.800 peserta didik SD negeri dan sekitar 11.000 peserta didik SMP negeri. Dinas Pendidikan menargetkan seluruh seragam sudah diterima peserta didik pada Oktober mendatang. “Kami menargetkan di bulan Oktober semuanya sudah menerima seragam,” ujarnya.

Jamal menjelaskan, setiap murid akan mendapatkan tiga setelan seragam. Sementara itu, peserta didik yang masuk melalui jalur afirmasi juga mendapatkan tambahan bantuan berupa tas dan buku tulis. Saat ini, proses pendataan ukuran seragam masih berlangsung dan ditargetkan tuntas di seluruh sekolah pada pekan ini.

Ia mengimbau sekolah agar mempersilakan peserta didik menggunakan seragam lama atau pakaian bebas yang rapi selama menunggu seragam bantuan pemerintah selesai disalurkan. “Kami imbau peserta didik dipersilakan memakai seragam lama, atau pakaian bebas rapi sembari menunggu seragam baru,” pungkasnya. ( Ronggur.G)

Editor Utama : Robet T.Silun.

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews