Diupdate pada 23 Oktober, 2026 9:41
Tayang Jum’at, (23/10/2026)
DESA PARIT(KOTIM)-Borneoindonesianews.com-*Ugoi A. Bunu (Basir Upu Ugoi A. Bunu / Bapak Komet)*, tokoh agama Hindu Kaharingan dan tokoh adat Dayak terkemuka asal Desa Parit, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, dinyatakan tutup usia pada Oktober 2026.
Almarhum mengembuskan napas terakhir pada hari Selasa sekitar pukul 11.30 WIB di Desa Parit, Kecamatan Cempaga Hulu. Saat berusia sekitar 80 tahun.Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, umat Hindu Kaharingan, serta masyarakat adat Dayak yang mengenal dan menghormati pengabdian beliau.
Semasa hidup, beliau mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk pelayanan keagamaan dan adat Dayak. Beliau dikenal sebagai pemimpin berbagai ritual sakral Kaharingan seperti *Ritual Tiwah dan Babalian*, serta menjadi panutan dan penyejuk bagi masyarakat.
Beliau juga merupakan ayahanda dari *Sastriadi, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Tengah.*
Ratusan orang tampak memadati lokasi pemakaman di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Parit, diiringi doa dan prosesi ritual Hindu Kaharingan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sang Basir sepuh, Karena Hari ini Jum’at 23 Oktober beliau dikebumikan menurut tata cara Agama Hindu Kaharingan.
Mewakili Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan (MD-AHK) Kotim, Wakil Ketua 1 MD-AHK Kotim, *Basir Santo N. Adi*, menyampaikan belasungkawa mendalam:
> _”Saya mewakili MD-AHK Kotim menyampaikan belasungkawa yang sangat mendalam atas berpulangnya Bapak guru kami. Beliau selama ini mendedikasikan hidupnya dari generasi ke generasi berikutnya dengan penuh semangat dan nilai-nilai luhur yang ditanamkan, yang kami rasakan dalam keseharian saat masih bersama beliau. Beliau adalah tokoh yang santun, bersahaja, bersahabat dengan siapa pun dalam kesederhanaannya. Semoga jejak, pesan dan kesan beliau dapat menjadi panutan kami bersama dimanapun kami melangkah.”_
Selamat jalan Bapak Guru Ugoi A. Bunu, jasa dan pengabdianmu untuk adat dan agama akan selalu dikenang.
Penulis : Bidik wartawan BI
Editor utama: Robet T. Silun






