Diupdate pada 7 Juni, 2025 1:03
Tayang Sabtu, (07/06/2025)
Kubu Raya-Borneoindonesianews.com,-Progeram pemerintah pusat melalui anggaran dana desa memberikan kebijakan sangat luas untuk kepentingan rakyat seluruh Indonesia ,nilai anggaran tersebut miliyaran rupiah tetapi ini kadang menjadi bola liar di Masyarakat kerena banyak di temukan penyimpangan,
Dalam keterangan salah satu tokoh pemuka masyarakat gang daeng madi sungai adung darat Bang Wanto menjelaskan :
Pada Hari Selasa 3/4 Juni 2025 terjadi keributan karena ada salah satu pembangunan jembatan di Rt 05/RW 002 Desa Kuala Dua Kecamatan Sungai Raya Kubu Raya Kalbar ,
Pembangunan tersebut tidak pernah di ajuhkan dan masuk dalam RPJMDes dan RKPDes Di Tahun 2023/2024
Tiba tiba di tahun 2025 di bangun 1unit jembatan darurat ukuran panjang -+ 4 meter ,lebar -+ 1.20 Meter dan pondasi nya tidak layak serta tidak mengunahkan Spek Gambar Struktur pembangunan ,yang di perkirakan mengunahkan anggaran dana sisa ratusan juta tahun 2023/2024 di gunahkan untuk membangun pada tahun 2025
Artinya perencanaan pembangunan desa Kuala dua yang mengunahkan anggaran pusat dan daerah tidak dilaksanakan dengan transparan akuntabel berkualitas untuk kesejahteraan masyarakat karena banyak di temukan penyimpangan seakan terstruktur ,ini harus menjadi perhatian serius oleh pemerintah daerah dan aparat penegak hukum
Yang jadi pertanyaan apakah setiap tahun ada anggaran sisa ratusan juta yang tidak di gunahkan tapi masuk dalam daftar laporan pertangung jawaban di inspektorat pemerintah kabupaten kubu raya?…..
Dalam hal ini Bang Wanto serta masyarakat meminta Istansi terkait khusus inspektorat harus objektif turun langsung kelapangan mengawasi setiap pembangunan yang ada agar tidak menjadi permasalahan timbul yang sangat merugikan masyarakat ,dan kalau di temukan ada pelanggaran baik dalam administrasi serta pelaksanaan harus di tindak tegas , kalau lah hal ini tidak mendapatkan tanggapan maka saya beserta masyarakat akan melaporkan kepada penegak hukum ,tegas beliau
Sumber :Tokoh Pemuka Masyarakat
Editor Utama: Robet T. Silun
Korwil Kalbar:Rudi Dewa






