Bendungan di Pariaman Dituding Picu Banjir, Warga Minta Dievaluasi hingga Dibongkar

Diupdate pada 4 Agustus, 2026 12:23

Tayang Selasa, (04/08/2026)

Pariaman-Borneoindonesianews.com-Keberadaan sebuah bendungan di kawasan Benteng, Kota Pariaman, menuai sorotan dari masyarakat. Bendungan yang dibangun pada masa pemerintahan Wali Kota Mukhlis Rahman sekitar tahun 2017 itu kini dituding menjadi salah satu penyebab banjir berkepanjangan di wilayah tersebut.

Warga menyebut, proyek dengan anggaran lebih dari Rp1 miliar tersebut tidak memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Sebaliknya, bendungan dinilai menghambat aliran sungai sehingga air kerap meluap dan merendam permukiman, terutama rumah warga di bantaran Sungai Pampan.

“Setiap hujan deras, air cepat naik dan masuk ke rumah. Sudah lebih dari dua tahun kami mengalami ini,” ungkap salah seorang warga.

Banjir tidak hanya menggenangi halaman, tetapi juga masuk hingga ke dalam rumah, bahkan mencapai kamar tidur. Kondisi ini membuat warga hidup dalam kekhawatiran, khususnya saat musim hujan dengan intensitas tinggi.

Sejumlah wilayah terdampak cukup parah, di antaranya Kelurahan Pondok II, Jawi-Jawi, dan Air Pampan. Selain merendam rumah warga, genangan air juga sering meluap ke badan jalan dan mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari.

Menanggapi keluhan tersebut, Suhermen Mursyid dari Partai Demokrat yang juga anggota Badan Anggaran DPRD Kota Pariaman menilai persoalan ini harus segera ditangani serius oleh pemerintah daerah.

“Keluhan masyarakat sudah berlangsung lama. Pemerintah perlu segera melakukan evaluasi menyeluruh. Jika memang terbukti menjadi penyebab banjir, opsi pembongkaran harus dipertimbangkan,” tegasnya.

Warga berharap pemerintah Kota Pariaman tidak lagi menunda penanganan, dan segera mengambil langkah konkret agar banjir yang terus berulang dapat dihentikan.

(Tim)

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews