LPKSM RMRB Bentuk Tim “Jaga MBG” di Riau, Kawal Program Makan Bergizi Gratis Tepat Sasaran

Diupdate pada 9 September, 2026 10:29

Tayang Rabu, (09/09/2026)

Rokan Hulu-Borneoindonesianews.com-Pasca resmi terdaftar sebagai Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM), LPKSM RMRB langsung membentuk Tim “Jaga MBG” di Provinsi Riau, Selasa (9/9/2026).

Pembentukan tim ini merupakan komitmen LPKSM RMRB untuk mengawal pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus memastikan manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya para penerima manfaat.

Pengawasan Bukan untuk Menghambat*

Ketua Umum LPKSM RMRB Putra Rezeky menegaskan, pengawasan terhadap program MBG merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawal program pemerintah.

“Kami tidak hadir untuk mencari-cari kesalahan ataupun menghambat program MBG. Justru kami ingin memastikan program ini berjalan sebagaimana mestinya, tepat sasaran, kualitas makanan terjaga, higienis, serta benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat,” tegas Putra Rezeky.

Menurutnya, MBG menyangkut kebutuhan dasar dan kesehatan anak-anak. Karena itu pengawasan harus dilakukan secara serius.

“Jangan sampai program yang tujuannya sangat baik justru menimbulkan persoalan akibat lemahnya pengawasan,” ujarnya.

Tim “Jaga MBG” Dipimpin Afrizal*

Untuk menjalankan fungsi pengawasan, LPKSM RMRB membentuk Tim “Jaga MBG” Provinsi Riau. Tim ini diketuai Afrizal yang diberi mandat mengkoordinasikan pemantauan dan menerima informasi dari masyarakat terkait pelaksanaan MBG di berbagai wilayah Riau.

Putra menjelaskan, tim akan mengedepankan pendekatan pengawasan, edukasi, verifikasi, dan pengaduan masyarakat, bukan tindakan sepihak.

“Setiap informasi yang masuk akan kami verifikasi terlebih dahulu. Kami ingin bekerja berdasarkan data dan fakta. Jika ditemukan persoalan, akan kami sampaikan melalui mekanisme yang tepat kepada pihak terkait,” jelasnya.

Ajak Masyarakat Ikut Mengawasi

LPKSM RMRB juga mengajak masyarakat aktif menyampaikan informasi jika menemukan dugaan persoalan dalam pelaksanaan MBG. Mulai dari kualitas dan kelayakan makanan, kebersihan, keamanan pangan, distribusi, hingga persoalan lain terkait hak penerima manfaat.

Putra menegaskan, keberadaan Tim “Jaga MBG” bukan untuk mengambil alih kewenangan pemerintah maupun penyelenggara program.

“Kami ingin menjadi bagian dari masyarakat yang ikut menjaga agar program MBG sukses. Kalau programnya bagus, tentu harus kita dukung. Kalau ada kekurangan, kita ingatkan dan kawal agar diperbaiki,” katanya.

Ia berharap Tim “Jaga MBG” dapat menjadi mitra kontrol sosial yang konstruktif serta membantu mewujudkan pelaksanaan MBG yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Ukuran keberhasilan MBG bukan hanya berapa banyak makanan yang dibagikan, tetapi apakah makanan tersebut layak, bergizi, aman dan benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak yang menerimanya. Itu yang akan kami kawal,” pungkas Putra Rezeky.

(EP)

Editor Utama : Robet T. Silun

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews