Diupdate pada 15 September, 2026 12:08
Tayang Selasa, (15/09/2026)
ACEH BARAT-Borneoindonesianews.com – Perbedaan pandangan keagamaan di tengah masyarakat dan maraknya perdebatan di media sosial menjadi salah satu isu yang diangkat dalam buku Di Jalan yang Berbeda, Menuju Tuhan yang Sama – Jilid 2 karya Ustadz Syamsul Kamal.
Buku tersebut akan menjadi bahan pembahasan dalam kegiatan bedah buku yang digelar Forum NGOPIII pada Rabu, 16 September 2026, mulai pukul 16.30 hingga 17.30 WIB, bertempat di Adam’s Cafe, Desa Seunubok, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat.
Kegiatan dikemas dalam suasana warung kopi dengan tujuan membuka ruang diskusi yang santai, terbuka, dan dapat diikuti berbagai kalangan.
Pertanyaan utama yang menjadi salah satu pijakan pembahasan dalam buku tersebut adalah: benarkah seseorang sedang membela agama, atau justru sedang membela kelompok dan ego dirinya sendiri.
Ustadz Syamsul Kamal mengatakan, buku itu tidak dimaksudkan untuk menyalahkan kelompok atau pihak tertentu. Sebaliknya, pembaca diajak menjadikan perbedaan sebagai ruang untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki diri.
Dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di media sosial, perbedaan pendapat sering kali berkembang menjadi perdebatan. Sikap cepat membaca, cepat merespons, dan cepat mengambil kesimpulan dinilai dapat membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk memahami persoalan secara lebih utuh.
Pada jilid kedua ini, pembahasan diarahkan pada bagaimana seorang Muslim menyikapi perbedaan, baik dalam kehidupan sosial, ruang publik, media sosial, maupun dalam membangun sikap batin terhadap orang lain.
Jika pada jilid pertama pembaca diajak melihat makna kebersamaan melalui gambaran saf dalam salat, jilid kedua membawa pembahasan pada persoalan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, khususnya mengenai perbedaan pemahaman dan sikap dalam menyikapinya.
Salah satu persoalan yang disinggung adalah bagaimana mazhab, yang pada dasarnya menjadi bagian dari khazanah keilmuan Islam, dalam praktik sosial terkadang dipahami secara sempit sehingga dapat menjadi identitas kelompok yang dipertahankan secara berlebihan.
Hal serupa juga dapat terjadi pada ilmu. Ilmu yang semestinya melahirkan ketenangan, kedewasaan, dan kerendahan hati dapat berubah menjadi alat untuk memenangkan perdebatan apabila tidak disertai adab.
Karena itu, buku ini tidak mengajak pembaca mencampuradukkan keyakinan ataupun menghilangkan perbedaan. Pesan yang ditekankan adalah pentingnya kedewasaan dalam menyikapi perbedaan.
Kedewasaan tersebut, antara lain, tercermin dari kemampuan seseorang menentukan kapan harus berbicara, kapan harus diam, kapan perlu bersikap tegas, dan kapan harus memberikan ruang bagi orang lain.
Forum NGOPIII menjadikan gagasan tersebut sebagai bahan diskusi yang diharapkan dapat mempertemukan masyarakat dalam suasana yang lebih cair. Bedah buku tidak digelar dalam format seminar formal, melainkan di meja warung kopi agar peserta dapat berdiskusi secara lebih dekat dan terbuka.
Ketua Forum NGOPIII, Zaini Dahlan, akan memfasilitasi kegiatan tersebut agar diskusi dapat berlangsung secara tertib dan memberikan manfaat bagi peserta.
Dalam pelaksanaannya, Forum NGOPIII juga menyiapkan tiga pola kebersamaan bagi peserta.
Pertama, ngopi gratis, yang diperuntukkan terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi agar tetap dapat mengikuti kegiatan.
Kedua, sedekah kopi, yaitu kesempatan bagi peserta yang memiliki rezeki lebih untuk mentraktir kopi peserta lainnya.
Ketiga, bayar mandiri, bagi peserta yang memilih memesan dan membayar minumannya sendiri.
Melalui konsep tersebut, Forum NGOPIII ingin menjadikan warung kopi bukan hanya sebagai tempat berkumpul, tetapi juga sebagai ruang bertukar gagasan dan belajar bersama.
Pada akhirnya, diskusi buku ini diharapkan tidak berhenti pada persoalan siapa yang benar dan siapa yang salah. Lebih dari itu, peserta diajak melihat kembali diri sendiri: apakah perbedaan membuat seseorang semakin dekat kepada Allah dan semakin beradab kepada sesama, atau justru semakin kuat mempertahankan kelompok dan ego pribadi.
Bedah Buku Forum NGOPIII
📅 Rabu, 16 September 2026
⏰ 16.30–17.30 WIB
📍 Adam’s Cafe, Desa Seunubok, Aceh Barat
📖 Di Jalan yang Berbeda, Menuju Tuhan yang Sama – Jilid 2
✍️ Karya Ustadz Syamsul Kamal
(Murni IB/Kabiro)
Editor Utama : Robet T. Silun






