Tidak Hanya Stop Narkoba, Polsek Kepenuhan Dorong Binaan Kembali Bekerja dan Beribadah

Diupdate pada 14 September, 2026 6:31

Tayang Senin, (14/09/2026)

ROKAN HULU- Borneoindonesianews.com-Polsek Kepenuhan terus memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkotika melalui pendekatan humanis, keagamaan, kekeluargaan, dan pemberdayaan masyarakat.

Program unggulan Kapolsek Kepenuhan ini mendapat dukungan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Kepenuhan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta keluarga binaan. Dukungan tersebut menjadi kunci agar para pengguna narkoba tidak hanya berhenti dari kebiasaan buruk, tetapi juga mampu kembali hidup positif, mandiri, dan produktif.

Dukungan itu diserahkan pada Senin (14/9/2026) pukul 09.00 WIB. Bentuk dukungan berupa penyediaan baju khusus bagi peserta program serta penyediaan lapangan kerja sementara.

Bina 6 Orang dengan Pendekatan Keagamaan*

Saat ini terdapat 6 orang yang mengikuti program pembinaan Polsek Kepenuhan. Mereka berasal dari sejumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Kepenuhan dengan latar belakang beragam, mulai dari wiraswasta, petani, hingga pelajar.

Pembinaan dilakukan dengan mengedepankan pendekatan keagamaan seperti Ruqyah Syar’iyyah, pembinaan mental, pendekatan kekeluargaan, serta pendampingan berkelanjutan.

Kapolsek Kepenuhan IPTU Jonnes, S.H. menilai pemulihan dan perubahan perilaku membutuhkan dukungan bersama.

“Keterlibatan MUI, tokoh agama, tokoh masyarakat, keluarga dan lingkungan menjadi kekuatan penting agar para binaan tidak merasa dikucilkan dan memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri,” ujarnya.

Hasil Positif: Binaan Kembali Bekerja*

Sinergi tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Sejumlah binaan telah kembali melakukan aktivitas produktif di tengah masyarakat.

Beberapa di antaranya kini bekerja sebagai penjual air tebu sehingga memiliki penghasilan mandiri. Ada pula yang bekerja sebagai tukang bangunan dengan memanfaatkan keterampilan yang dimiliki. Salah seorang binaan bahkan aktif sebagai petugas kebersihan masjid dan terlibat dalam kegiatan sosial keagamaan.

Kapolres Rokan Hulu AKBP Emil Eka Putra, S.I.K., http://M.Si. melalui Kapolsek Kepenuhan menegaskan keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari berhentinya penggunaan narkoba.

“Pembinaan ini bukan hanya tentang bagaimana seseorang meninggalkan narkoba, tetapi bagaimana kita bersama-sama membantu mereka menemukan kembali arah hidupnya. Mereka harus diberikan kesempatan untuk bekerja, beribadah, berkarya dan kembali menjadi bagian dari masyarakat,” kata IPTU Jonnes.

Menurutnya, dukungan MUI dan tokoh masyarakat sangat berarti dalam membangun motivasi, pembinaan keagamaan, penguatan mental, serta penerimaan sosial terhadap para binaan.

“Ketika keluarga dan masyarakat memberikan ruang untuk berubah, maka proses pembinaan akan menjadi jauh lebih kuat. Kami ingin para binaan tidak hanya berhenti dari kebiasaan yang merugikan, tetapi juga memiliki masa depan yang lebih baik,” tambahnya.

Ciptakan Lingkungan yang Mendukung Pemulihan*

Dari program ini, perubahan positif mulai terlihat. Para binaan meninggalkan kebiasaan merugikan, memiliki pekerjaan halal dan penghasilan, serta meningkat kepercayaan dirinya untuk kembali berbaur dengan masyarakat.

Keluarga juga semakin mendukung proses perubahan, sementara masyarakat mulai membuka ruang bagi para binaan untuk memperbaiki diri dan berkontribusi positif.

Polsek Kepenuhan menegaskan akan terus mengembangkan program ini dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Pendekatan kolaboratif diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung pemulihan sekaligus mencegah binaan kembali terjerumus narkotika.

Program ini menjadi bukti bahwa penanggulangan narkoba tidak hanya butuh penegakan hukum, tetapi juga pembinaan, pendampingan, kepedulian sosial, dan kesempatan kedua bagi yang ingin berubah. (Humas Polres Rohu/EPl)

Editor Utama : Robet T. Silun

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews