Diupdate pada 5 Mei, 2026 11:45
Tayang Selasa, (05/05/2026)
Pekanbaru. Borneoindonesianews.com-Puluhan massa yang terdiri dari laskar dan berbagai organisasi kepemudaan menggelar aksi damai di halaman Kantor Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau, sebagai bentuk penolakan terhadap aksi premanisme yang belakangan menjadi perhatian publik.(04/05/2026).
Aksi tersebut berlangsung tertib dengan pengawasan sesepuh, penasehat, para Datuk – datuk dari berbagai organisasi Laskar yang ada di Provinsi Riau, serta hadir pula Timbalan Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (Ketum DPH LAMR) Datuk Tarlaili, Pengurus Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Datuk Taufiq Tambusai, Datuk Said Amir Hamzah, Panglima Pucuk LLMB Datuk Ismail Amir , Panglima GAM, dan Ketua Laskar Rumpun Masyarakat Riau Bersatu (RMRB) Provinsi Riau Putra Rezeky.
Para peserta membawa spanduk serta menyampaikan orasi secara bergantian, menegaskan komitmen mereka dalam menjaga marwah dan kehormatan masyarakat Melayu dari segala bentuk intimidasi dan tindakan tidak beradab.
Dalam orasinya, salah satu perwakilan massa yaitu Panglima Barisan Muda Laskar Melayu Bijuangsa (LMB) Nusantara Indra Gunawan menyampaikan bahwa premanisme tidak memiliki tempat di tengah kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai adat, sopan santun, dan hukum.
Mereka juga menilai tindakan-tindakan yang mengarah pada intimidasi terhadap tokoh masyarakat merupakan bentuk pelanggaran moral yang tidak bisa ditoleransi.
“Kami hadir di sini, dimana LAMR ini merupakan wadah pemersatu seluruh Laskar yang ada di Riau, dengan ini kami menyuarakan sikap tegas, menolak segala bentuk premanisme. Ini adalah komitmen bersama untuk menjaga kehormatan adat Melayu, dan marwah masyarakat Riau, termasuk seluruh suku adat yang ada di Provinsi Riau, tanpa membeda- bedakan,” ujar Indra.
Selain itu, massa juga mendesak aparat penegak hukum agar segera mengambil langkah konkret dan tegas terhadap setiap tindakan yang meresahkan masyarakat. Mereka berharap proses hukum berjalan secara adil dan transparan demi terciptanya rasa aman di tengah masyarakat.
Aksi damai ini juga menjadi simbol persatuan berbagai elemen pemuda dan laskar dalam menjaga stabilitas sosial di Riau. Para peserta menegaskan bahwa perbedaan latar belakang organisasi tidak menjadi penghalang untuk bersatu dalam menolak tindakan yang merusak tatanan sosial.
Kegiatan dilanjutkan dengan puluhan perwakilan Organisasi Laskar mendatangi Mapolda Riau, berkoordinasi dengan Ditintelkam Polda Riau yang kemudian diarahkan untuk membuat Laporan Polisi terkait Dugaan Tindak Pidana Pengancaman.
Di akhir kegiatan masa membubarkan diri secara tertib, aman, dan damai.
Dengan harapan yang sama agar Provinsi Riau ini tentram dan damai, serta terbebas dari segala bentuk tindakan yang dapat memecah belah persatuan masyarakat. ( Ronggur.G )
Editor Utama : Robet T.Silun.






