Diupdate pada 15 Mei, 2026 10:53
Tayang Jumat,(15/05/2026)
Surabaya-Borneoindonesianews.com,-
Dari hamparan tanah marapu dan angin rumput savana Desa Lewa Tanarara, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, lahir sebuah mimpi besar yang kini terwujud di tanah Jawa.
Berawal dari kecintaan sederhana pada si kulit sawo mateng bundar, seorang anak kampung kini menjelma menjadi sosok pelatih muda berbakat yang namanya mulai diperhitungkan dalam peta perkembangan sepak bola putri Indonesia. Ia adalah Entris Wulang, atau yang lebih dikenal dan akrab sapaaNya dilapangan hijau Coach Ent. Perjalanan hidupnya adalah bukti nyata bahwa asal-usul bukanlah batasan, dan keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih puncak prestasi.
Langkah kaki pertamanya menuju dunia olahraga dimulai dari kampung halaman. Di sana, di tengah keterbatasan fasilitas dan sarana, semangatnya tak pernah padam. Ia berlari, menendang bola, dan bermimpi suatu hari nanti bisa membawa nama daerahnya melangkah lebih jauh. Mimpi itulah yang akhirnya membawanya menyeberang pulau, merantau ke Jawa Timur—tanah yang kini menjadi saksi perjuangan dan keberhasilannya. Di kota-kota besar seperti Surabaya dan Malang, ia tak hanya sekadar bekerja, tetapi membawa visi besar: membina, mengembangkan, dan memajukan sepak bola putri yang masih terus tumbuh dan berkembang.

Namanya mulai dikenal luas di lingkaran sepak bola dan futsal berkat dedikasi tinggi serta metode pembinaan yang mumpuni. Saat ini, Entris Wulang memegang peran penting di berbagai institusi sepak bola. Kepercayaan besar datang saat ia ditunjuk sebagai Pelatih Tim Milk Life Extra Training Putri U12 Regional Surabaya, sebuah tim yang kini sedang dipersiapkan secara matang untuk bertarung di kancah nasional.
Tak hanya itu, ia juga menjadi pelatih dan bagian penting dari perkembangan Maramba United FC serta Meta FC. Di bawah arahan manajemen dan kepelatihannya, kedua klub ini tidak sekadar menjadi wadah latihan, melainkan tempat pencetak bibit-bibit emas masa depan. Ia bekerja keras mengasah bakat mentah, mengubahnya menjadi pemain yang tangguh, terampil, dan berkarakter. Hasil kerja kerasnya mulai terlihat nyata; banyak pemain binaannya kini telah menembus level tertinggi, bahkan ada yang berhasil mengenakan seragam Tim Nasional Indonesia.

Daftar prestasi yang ia torehkan pun kian panjang dan mengagumkan. Bersama Putri Meta U14, ia sukses membawa pulang medali emas dalam ajang bergengsi Pertiwi. Bersama tim Porprov Kota Malang, ia memimpin para pemainnya meraih medali perak pada tahun 2025. Tak hanya itu, keahliannya dalam meracik strategi kembali dibuktikan saat membawa tim putri Kecamatan Surabaya keluar sebagai juara dalam ajang bergengsi Piala Wali Kota Surabaya di tahun yang sama.
Bagi Entris Wulang, sepak bola bukan sekadar permainan, melainkan sarana mengubah nasib. Sebagai anak desa yang lahir jauh dari hiruk-pikuk pusat perkembangan olahraga, ia ingin membuktikan bahwa anak-anak dari daerah pun memiliki kualitas yang sama hebatnya. “Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi,” begitu prinsip yang selalu ia pegang dan tanamkan kepada setiap anak asuhnya.
Kini, melalui Maramba United FC dan Meta FC, ia terus berkomitmen melahirkan lebih banyak lagi atlet-atlet wanita profesional. Kisah hidupnya menjadi cerminan inspiratif bagi generasi muda Indonesia, khususnya anak-anak di pelosok daerah: bahwa dengan kerja keras, pantang menyerah, dan keyakinan, nama daerah kecil seperti Sumba bisa dikibarkan tinggi di kancah sepak bola nasional, bahkan internasional.
(Bram Lodu/Korwil Jatim).
Editor Utama : Robet T. Silun






