Antisipasi Banjir Rob dan Luapan Sungai, Camat Johan Pahlawan Turun Langsung Pantau Sejumlah Gampong Rawan Bencana

Diupdate pada 31 Oktober, 2026 10:16

Tayang Sabtu, (31/10/2026)

ACEH BARAT-Borneoindonesianews.com,-Sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana banjir rob dan banjir akibat meluapnya air sungai, Camat Johan Pahlawan, Tgk. Fariani, S.Ag., M.A., turun langsung ke sejumlah gampong dalam wilayah Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, untuk melihat kondisi wilayah yang dinilai rawan terdampak bencana.

Dalam kegiatan tersebut, Camat Johan Pahlawan didampingi sejumlah staf Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) melakukan peninjauan langsung ke lapangan. Kegiatan ini dilaksanakan menindaklanjuti perintah pimpinan sebagai langkah awal untuk memastikan kondisi sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami banjir apabila terjadi peningkatan air laut maupun meluapnya aliran sungai.

Peninjauan ini bukan sekadar melihat kondisi wilayah, tetapi juga menjadi upaya pemerintah kecamatan untuk mengetahui secara langsung situasi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir. Dengan melihat kondisi di lapangan, pemerintah dapat memperoleh gambaran mengenai titik-titik yang perlu mendapat perhatian serta langkah antisipasi yang perlu dipersiapkan apabila sewaktu-waktu terjadi bencana.

Adapun gampong yang menjadi sasaran peninjauan meliputi Gampong Suak Indrapuri, Padang Seurahet, Gampong Pasir, Gampong Ujong Kalak, Gampong Kuta Padang, Gampong Blang Berandang, dan terakhir Gampong Leuhan.

Sejumlah wilayah tersebut menjadi perhatian karena terdapat kawasan permukiman masyarakat yang berdekatan dengan aliran sungai maupun daerah yang berpotensi terdampak banjir rob. Kondisi ini tentunya membutuhkan perhatian bersama, terutama dalam meningkatkan kewaspadaan menghadapi perubahan cuaca dan kemungkinan naiknya debit air.

Camat Johan Pahlawan, Tgk. Fariani, S.Ag., M.A., bersama staf Trantibum juga ingin memastikan bahwa pemerintah kecamatan selalu hadir dan mengetahui perkembangan kondisi wilayah, khususnya di daerah yang memiliki potensi kerawanan bencana.

Langkah pemantauan secara langsung ini dinilai penting agar pemerintah tidak hanya menerima laporan dari masyarakat, tetapi juga dapat melihat sendiri kondisi sebenarnya di lapangan. Dengan demikian, apabila terjadi keadaan darurat, koordinasi dan langkah penanganan dapat dilakukan secara lebih cepat dan terarah.

Selain itu, kesiapsiagaan menghadapi bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan dan kepedulian seluruh elemen masyarakat. Peran aparatur gampong dan warga sangat diperlukan, terutama dalam memberikan informasi apabila terjadi peningkatan debit air, genangan, maupun tanda-tanda lain yang berpotensi menimbulkan bencana.

Melalui kegiatan peninjauan ini, Pemerintah Kecamatan Johan Pahlawan berharap potensi risiko bencana dapat diantisipasi sedini mungkin. Keselamatan masyarakat menjadi hal utama yang harus diperhatikan, sehingga berbagai langkah persiapan perlu dilakukan sebelum bencana benar-benar terjadi.

Masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir juga diharapkan terus meningkatkan kewaspadaan, menjaga komunikasi dengan aparatur gampong, serta segera melaporkan kepada pihak terkait apabila terjadi kondisi yang mengkhawatirkan.

Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat merupakan bagian penting dari upaya membangun kesiapsiagaan. Sebab, dalam menghadapi bencana, langkah antisipasi sejak dini jauh lebih baik daripada harus bertindak setelah bencana terjadi.

(Murni IB/Kabiro)

Editor Utama : Robet T. Silun

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews