Bupati Pakpak Bharat Resmikan SPPBE Pengisian Gas LPG

Diupdate pada 28 Oktober, 2025 7:42

Tayang Selasa, (28/10/2025)

Pakpak Bharat-Borneoindonesianews.com,- Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor mèresmikan Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) milik PT. Naga Mas Gasindo di desa Kuta Dame, kecamatan Kerajaan, Kabupaten Pakpak Bharat (27/10/2025).

Turut hadir Wakil Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat RI, Lamhot Sinaga, SH, disaksikan Owner dan Direktur PT. Naga Mas Gasindo, Marcos Sinaga dan Herianto Sinaga, Franc menandatangani prasasti dan menggunting pita tanda diresmikannya SPPBE di wilayah Kabupaten Pakpak Bharat ini.

Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor mengatakan Dengan diresmikannya SPPBE ini yang tentunya akan segera beroperasi, diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian secara khusus di Kabupaten Pakpak Bharat dan daerah sekitar secara umum, baik dampak positif langsung maupun secara tidak langsung, salah satunya pemenuhan kebutuhan masyarakat akan Gas LPG sebagai salah satu barang penting bagi masyarakat agar bisa lebih terjamin dengan harga yang tentu lebih murah, ini harapan kami, ucap Franc

Sementara Plt Kepala Desa Kuta Dame Hendri Rehap P Limbong, SST mengatakan kami atas pemerintah Desa Kuta Dame dan Masyarakat mendukung penuh di bukanya SPPB, Kami berharap tidak hanya Naga Mas, tapi juga ada investor lain yang berinvestasi di desa kami, baik itu dalam bidang pertanian maupun bidang lainnya, ucap Hendri Rehap P Limbong, SST,

SPPBE adalah Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji, perusahaan swasta yang bertugas mengisi tabung LPG dengan gas dari bulk plant (pabrik pengisian) milik Pertamina, lalu mengangkutnya untuk didistribusikan ke agen-agen LPG. Fungsi utamanya adalah sebagai stasiun pengisian yang menjalankan kegiatan hilir migas dalam rangka mendukung program konversi dari bahan bakar minyak ke gas untuk kebutuhan rumah tangga dan industri.

(AsTum)

Editor Utama : Robet T. Silun

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews