Bupati Robul Anton Panen Padi di Rambah Baru, Produktivitas Tembus 8,9 Ton per Hektare

Diupdate pada 8 September, 2026 10:14

Tayang Selasa, (08/09/2026)

ROKAN HULU-Borneoindonesianews.com-Hamparan sawah Desa Rambah Baru, Kecamatan Rambah Samo kembali menjadi perhatian. Bupati Rokan Hulu Anton, S.T., M.M. turun langsung mengikuti panen padi bersama kelompok tani, Senin (7/9/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua DPRD Rohul Hj. Sumiartini, unsur Polres, Kejaksaan Negeri, Bulog, dan penyuluh pertanian.

Turun Langsung dan Uji Alsintan*

Bupati Anton tidak hanya menyaksikan. Ia ikut memegang sabit, memotong padi, dan mencoba mengoperasikan alat mesin pertanian yang diharapkan dapat meringankan pekerjaan petani.

“Panen hari ini adalah bukti kerja nyata bahwa kerja keras melahirkan hasil dari tangan para petani,” ujar Anton.

Produktivitas Naik Jadi 8,9 Ton/Hektare*

Panen ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Rohul memperkuat ketahanan pangan. Melalui APBD, Pemkab menyalurkan bantuan benih untuk 400 hektare lahan di sejumlah wilayah. Dari jumlah itu, 170 hektare berada di Kecamatan Rambah Samo.

Kelompok Tani Agri Pondok juga menerima bantuan 20 sak pupuk NPK dari CSR Perumda Rokan Hulu Jaya.

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Produktivitas padi di Desa Rambah Baru tahun ini mencapai 8,9 ton per hektare. Angka ini meningkat dibanding rata-rata produksi 2025 sebesar 6,92 ton per hektare.

“Kita tidak hanya menghasilkan pangan, tetapi juga menjaga kemandirian daerah. Pertanian harus kita jadikan kekuatan ekonomi sekaligus fondasi utama ketahanan pangan Rokan Hulu,” kata Anton.

Dorong Jadi Kawasan Agrowisata*

Anton mendorong Rambah Baru dikembangkan sebagai kawasan agrowisata dan edukasi pertanian terpadu. Konsep ini mengintegrasikan sektor persawahan, peternakan, perkebunan, hingga kegiatan edukasi bagi masyarakat dan pelajar.

“Kita ingin Rambah Baru tidak hanya menjadi sentra pertanian, tetapi berkembang sebagai ikon agrowisata dan edukasi pertanian terpadu,” ujarnya.

Irigasi Jadi Perhatian*

Dalam dialog dengan petani, persoalan irigasi menjadi kebutuhan yang mengemuka. Petani berharap saluran air diperbaiki agar pasokan ke lahan lebih terjamin.

Anton memastikan hal itu menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Pengelolaan saluran air akan segera kita canangkan. Ini solusi bersama,” katanya.

Panen di Rambah Baru menunjukkan bahwa penguatan ketahanan pangan tidak cukup dilakukan melalui kebijakan di atas kertas. Infrastruktur pertanian, bantuan sarana produksi, teknologi, dan kerja bersama petani menjadi bagian penting untuk menjaga produktivitas sekaligus memperkuat ekonomi daerah.

(EP)

Editor Utama : Robet T. Silun

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews