Diduga Merugi Bandara Sibisa Lebih Baik Diserahkan Kepihak BPODT Untuk Dijadikan Objek Wisata

Diupdate pada 1 Januari, 2024 7:28

Tayang Senin, (01/01/2024)
Toba-Borneoindonesianews.com,-
Terhitung sejak Senin, 1 Januari 2024 Bandara Sibisa dihentikan operasionalnya, Pasalnya kontrak pesawat Susy Air disebut sudah berakhir dan pembangunan lanjutan Bandara dihentikan, dikarenakan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) masih melakukan sejumlah pemeriksaan disana.

BPK RI, memeriksa proses keuangan Bandara Sibisa, Kecamatan Ajibata Kabupaten Toba, sembari menunggu proses pengadilan atas klaim tanah masyarakat, yang diklam warga dicaplok pihak Bandara.

Beberapa bulan silam, pihak Bandara Sibisa dikawal Polsek Lumbanjulu, Polres Toba melakukan pemancangan Plang, Tanggal 30 April 2023, Bertuliskan, “Tanah ini milik Kementrian Perhubungan,
Berdasarkan Sertifikat hak pakai No. 02 Tahun 2017,
Putusan MA RI NO. 378 K/TUN/2022 Tanggal 19/8/2022
Putuaa MA RI NO, 2070 K/Pdt/2022 Tanggal, 4 Agustus 2022.

Plang-plang ini sebahagian dipancang diantara diperladangan jagung milik warga, dan sebahagian dekat tananam Eucalytus dan disejumlah titik tertentu.

Dari pantauan awak media di lokasi, sejak dilakukan pemancangan sejumlah Plang itu sampai tahun 2023 berakhir, tidak ada pembangunan lanjutan lagi disana, selain meninggalkan bangunan Gedung baru yang katanya akan menjadi Kantor Operasional Bandara Sibisa.

Sementara diseputar Operasional Bandara Sibisa Pesawat perintis Susy Air, kontraknya sudah berakhir dan otomatis penerbangan Sibisa-Nias (Gunung Sitoli) dihentikan.

Masyarakat belum banyak yang tahu, apakah dihentikan karena rugi dan kurang memadai atau hanya karena habis kontrak dan ditengah pemeriksaan BPK RI.

Menyikapi hal tersebut, Muammar Khadafi Batubara SH Kasatpel Bandara Sibisa yang lama menyampaikan masih menunggu selesai dulu permasalahan tanah, karena masih ada gugatan di PTUN atas nama Soloan Sirait dan Bulpen Manurung, kata Khadafi.

Terkait masalah operasional Bandara silahkan ditanya kepada Kasatpel yang baru.

Awak media coba menghubungi Kasatpel yang baru Binner Sidabutar melalui pesan Whataap masih belum memberikan jawaban.

Salah seorang warga yang bermarga Pane yang pernah menjabat sebagai PPK di Bandara Sibisa, memberi informasi kepada awak media bahwa ijin untuk Pesawat Susy Air sudah habis jam terbangnya.

T. Sirait salah satu warga Ajibata berharap kepada pihak terkait agar Bandara Sibisa yang hanya tujuan Nias Gunung Sitoli agar diberikan saja kepihak BPODT untuk dijadikan objek wisata, dengan membangun fasilitas baru untuk pariwisata. Kuat dugaan, biaya operasional Bandara Sibisa-Gunung Sitoli rentan mengalami kerugian, ujar T. Sirait.

(Heri Guci)

Editor : Robet T. Silun

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews