Diupdate pada 13 Februari, 2024 9:19
Tayang Selasa,(13/02/2024)
Timor Tengah Selatan -borneoindonesianews.com,- Penyertaan modal usaha untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes ) di Kabupaten Timor Tengah Selatan TTS Provinsi NTT, dipending penyertaan modalnya di tahun 2024 lantaran diduga bermasalah hukum, hal itu membuat Inspektorat Kabupaten TTS tengah melakukan audit terhadap penggunaan dana BUMDes Tahun 2023
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Kabupaten Timor Tengah Selatan TTS Provinsi (NTT), Drs. Christian Tlonaen, diruang kerjanya, Senin (12/02/2024).
” empat belas desa yang bermasalah itu di audit, kita minta penyertaan modalnya di tunda, kita tunda sampai BUMDes yang bermasalah itu sehat” ungkap Kadis PMD TTS.
Menurutnya akibat ke- 14 Desa pengelola BUMDes yang bermasalah itu mengakibatkan tertundanya Penyertaan modal usaha bagi semua BUMDes di Kabupaten TTS, padahal menurut dia, seharusnya Organisasi BUMDes adalah Organisasi Badan Usaha Milik Desa yang memiliki peranan penting untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Masyarakat Desa, menciptakan peluang usaha lokal Desa, serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Desa, namun hal itu justru berbanding terbalik ketika BUMDes di TTS tidak dikelola secara baik hingga menimbulkan masalah hukum.
Ia mengaku setelah Inspektorat TTS melakukan audit penggunaan dana BUMDes TTS tahun 2023 maka pengelolaan BUMDes di TTS akan kembali berjalan normal.
Ditanya terkait Kendala yang mengakibatkan Organisasi BUMDes di TTS belum terbentuk secara baik, Kadis PMD TTS, mengatakan pembentukan BUMDes wajib hukumnya memiliki legalitas hukum langsung dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia sebagai dasar pembentukan Organisasi BUMDes.
“BUMDes yang belum terbentuk itu karena berhubungan dengan pendaftaran ke Kementrian Hukum dan HAM, kalau mau dilegitimasi mesti didaftarkan” katanya.
Kadis PMD TTS ini berharap bagi pengelola BUMDes di Kabupaten TTS harus tetap Konsisten dan konsekuen untuk melaksanakan tugas sebagai pengelola BUMDes guna mendorong pertumbuhan ekonomi Masyarakat Desa di TTS terus meningkat.
(Frid-Korwil NTT)
Editor Utama : Robet T. Silun






