Diupdate pada 3 April, 2026 6:40
Tayang Jum’at, (03/04/2026)
Tebo-Borneoindonesianews.com,-Kondisi jalan Padang Lamo kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat. Kerusakan jalan yang tak kunjung di perbaiki seolah olah menjadi simbol nyata dari lambanyanya perhatian tergadaf imprastruktur vital di Kabupaten Tebo. Jalan itu” berbicara” lewat lubang, lumpur, dan genangan air yang membahayakan setiap pengguna jalan.
Namun di balik persoaalan fisik tersebut, publik melontarkan pertanyaan yang lebih mendasar: dimana peran dan suara wakil rakyat adal Tebo di DPRD Propinsi Jambi?
Masyarakat menilai, para Legislator yang duduk di tingkat Propinsi seharusnya menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan kepentingan daerah, termasuk perbaikan jalan Padang Lamo. Sayangnya, hingga saat ini, belum terlihat langkah konkret yang benar benar dirasakan masyarakat, malah tidak ada respon sama sekal. Sementara pemberitaan dan suara dari masyarakat sudah heboh setiap harinya.
Sejumlah nama selama ini yang di kenal publik sebagai representasi Tebo di tingkat propinsi tak luput dari soratan
Mazlan, yang pernah menjabat Ketua DPRD Tebo, dinilai memiliki pengalaman dan pemahaman mendalam soal kebutuhan masyarakat. Dan juga asli orang Tebo. Namun jalan Padang Lamo tetap daja menjadi LUKA LAMA” yang tak kunjung sembuh.
” Eka Majid Muaz, dengan pengalaman tiga(3) priode di DPRD Propinsi Jambi, diharapkan mampu membawa perubahan nyata. Tetapi hingga hari ini, hasil konkret yang dinantikan masyarakat belum terlihat.
“Suwarno, Mustaharudin, Ansori, Sukandar hingga KH. Rifa,i, semuanya adalah nama nama yang pernah dipercaya Masyarakat. Mereka dianggap memiliki kapasitas dan legitimasi untuk bersuara lantang di tingkat propins. Namun, publik menilai suara tersebut seakan tenggelam.
Kritik masyarakat semakin menguat karena kondisi Jalan Padang Lamo tak hanya rusak, tetapi juga membahayakan dan menghambat aktivitas ekonomi warga. Setiap hari masyarakat harus bejibaku dengan resiko kecelakaan dan kerugian akibat akses jalan yang tidak layak.
” Apakah perjuangan hanya di hentikan setelah pemilu? Menjadi perranyaan yang kini ramai diperbincangkan di tengah masyarakat.
Bagi warga, persoalan ini bukan sekedar soal jalan rusak, melainkan menyangkut komitmen dan tanggung jawab wakil rakyat. Seharusnya terus di perjuangkan, bukan hanya saat masa kampanye.
Masyarakat menegaskan, mereka tidak lagi membutuhkan janji atau retorika. Yang di butuhkan saat ini adalah bukti nyata – langkah kongret, dorongan kebijakan, dan keberanian bersuara di tingkat propinsi.
“, Jalan Padang Lamo hari ini menjadi pengingat keras bahwa harapan rakyat tidak boleh di abaikan. Jika para wakil rakyat tetap memilih diam , maka publik pun tidak akan lupa.
(Zul, Effendi )
Editor Utama : Robet T. Silun






