Hanya Janji Politik, Dua Priode Menjabat Gubernur Propinsi Jambi Jalan Padang Lamo Di Kabupaten Tebo Semakin Hancur.

Diupdate pada 3 April, 2026 6:39

Tayang Jum’at, (03/04/2026)
Tebo-Borneoindonesianews.com,-Kondisi jalan Padang Lamo di Kabupaten Tebo, Propinsi Jambi, kian memperihatinkan. Jalan yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat kini dipenuhi lubang, lubang yang berlumpur fan genangan air, sehingga sulit dilalui dan membahayakan bagi pengguna jalan.

Kerusakan yang telah berlangsung lama ini menimbulkan kekecewaan mendalam di tengah masyarakat. Warga mengaku sudah lama menunggu atas kebijakan Pemerintah Propinsi untuk perbaikan yang tak kunjung terealisasi, sementara aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas sehari hari terus terganggu.

“Tokoh masyarakat Desa Tanjung Pucuk. SAPUTRA dan seluruh tokoh-tokoh di sepanjang aliran tepi sungai Batang Hari maupun disepanjang jalan padang lamo sangat kecewa dengan janji, Al Haris yang menyampaikan bahwa harapan masyarakat terhadap pemerintah Daerah perlahan berubah menjadi kekecewaan. Ia menilai, selama dua priode kepemimpinan Gubernur Al Haris, perbaikan jalan padang lamo hanya sebatas janji.

“, Sudah terlalu lama kami menunggu dan setiap hari nya kami melalui jalan rusak parah, penuh resik. Ini bukan sekedar jalan rusak, tapi sudah menyulitkan kehidupan masyarakat”,ujarnya.

Menurutnya, berbagai upaya penyampaian aspirasi telah dilakukan, namun belum membuahkan hasil yang nyata. Kondisi jalan tersebut membuat masyarakat merasa tidak mendapat perhatian yang layak dari pemerintah daerah.

Kini, harapan terakhir masyarakat tertuju kepada pemerintah pusat. Warga meminta Presiden Republik Indonesia untuk segra mengintruksikan jajarannya agar dapat turun melihat langsung dengan kondisi jalan padang lamo yang semakin parah.

Kami berharap kepada pemerintah pusat jangan sampai jalan padang lamo ini dibiarkan”,tambahnya.

Kekecewaan yang terus menumpuk juga memicu rencana AKSI PROTES dari masyarakat. Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah konkret, warga sepanjang jalan padang lamo mengancam akan melakukan AKSI serentak dangan menanam berbagai jenis pohon di badan jalan, seperti: Bibit Sawit, Bibit Kelapa, Bibit pohon pisang dan lain sebagainya yang berupa tumbuhan.

Langkah tersebut sebagai bentuk protes sekaligus simbol bahwa akses jalan yang selama ini di abaikan akan benar benar di tutup oleh masyarakat.

Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil tindakan nyata sebelum kondisi semakin memburuk dan kepercayaan publik kian memudar.

( Zul, Effendi )

Editor Utama : Robet T. Silun

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews