Enggartiasto Lukita Ajak Apindo Cirebon Jaga Stabilitas Usaha dan Budaya Lokal

Diupdate pada 5 Agustus, 2024 7:32

Tayang Senin, (05/08/2024)

Cirebon-Borneoindonesianews.com,- Enggartiasto Lukita, mantan Menteri Perdagangan, menghadiri pelantikan dan pengukuhan Dewan Pengurus Kota (DPK) Apindo Cirebon yang diadakan di Luxton Cirebon Hotel and Convention pada hari Jumat. Dalam sambutannya, Enggar, sapaan akrabnya, mengajak anggota Apindo untuk bersatu demi menjaga stabilitas dan iklim usaha di Cirebon.

Enggar juga mengimbau para pengusaha untuk tidak ragu berinvestasi di Cirebon, meskipun pertumbuhan ekonomi mungkin mengalami sedikit hambatan akibat kondisi geopolitik global. “Jangan pernah ragu berinvestasi meskipun ada tantangan geopolitik. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah kita melihat transisi pemerintahan yang berjalan dengan lancar,” katanya.

Selain itu, Enggar menekankan pentingnya menjaga kesenian dan kebudayaan khas Cirebon. Ia berharap kota ini dapat mempertahankan kekayaan budayanya dan tidak kalah dengan Bali. “Saya berharap kesenian daerah tetap hidup dan berkembang, sehingga Cirebon dapat bersaing dengan Bali dalam hal kekhasan budaya,” tambah Enggar, yang juga menjabat sebagai Chairman B-Universe.

Enggar juga memperkenalkan Rio Abdurachman Podungge sebagai Direktur Utama B-Universe dan Suhendrik dari Disway National Network, yang keduanya merupakan putra asli Cirebon.

Acara tersebut dihadiri oleh Pj Walikota Cirebon Agus Mulyadi, Pj Sekda Arif Kurniawan, dan pengusaha H Syafei Mochsin. Ketua Panitia DPK Apindo Cirebon, Aris Armunanto, mengungkapkan bahwa pemilihan Ketua DPK Apindo Cirebon telah dilakukan pada 22 Januari 2024, dan dari 100 perusahaan yang berpartisipasi, Agus Subiyakto terpilih sebagai ketua.

Agus Subiyakto, dalam sambutannya, menyatakan harapannya agar Apindo dapat terus berkembang dan menjaga iklim usaha yang kondusif, meskipun kondisi ekonomi dunia sedang tidak stabil. “Kita menghadapi tantangan seperti perubahan iklim, bencana alam, abrasi air laut, dan inflasi yang tinggi. Namun, pertumbuhan Indonesia tetap stabil berkat keberhasilan pemerintahan Presiden Jokowi dan peran pengusaha yang tangguh,” jelas Agus.

Ia juga menekankan pentingnya peran UMKM yang terus tumbuh dan berkontribusi sebesar 60 persen terhadap PDRB Indonesia. “Peran pengusaha sangat penting dalam mengatasi tantangan ekonomi global,” ujarnya. Agus mengajak para pengusaha untuk tetap optimis dan bekerja keras untuk menciptakan iklim ekonomi yang kondusif. Menurutnya, Apindo tidak hanya berfungsi sebagai tempat berkumpul, tetapi juga sebagai penjaga stabilitas dunia usaha.

Ketua Apindo Jabar, Ning Wahyu Astutik, menambahkan bahwa sektor usaha melibatkan tidak hanya pengusaha tetapi juga buruh. Kontribusi sektor usaha sangat signifikan dalam mengurangi angka pengangguran. “Jumlah pengangguran di Cirebon cukup tinggi. Hampir 18 persen dari total pengangguran di Indonesia berada di Jawa Barat,” ungkapnya.

Ning Wahyu juga menegaskan bahwa tantangan datang tidak hanya dari negara lain tetapi juga dari kota dan kabupaten lain. Dengan kolaborasi dan niat baik, tantangan tersebut dapat diatasi.

(Raden Kemal)

Editor Utama : Robet T. Silun

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews