Diupdate pada 22 Agustus, 2025 8:21
Tayang Jum’at, (22/08/2025)
Bangka Selatan-Borneoindonesianews.com,-Setelah perayaan 17 Agustus 2025, bahan pokok seperti beras, bawang merah, bawang putih, cabe rawit dan sebagainya banyak yang menurun harganya dan ada juga setabil harganya.
Dengan banyaknya harga bahan pokok yang menurun dan juga setabil harganya di pasar terminal Toboali, membuat para pedagang banyak yang mengeluh, penyebabnya tidak lain adalah menurunnya daya beli masyarakat.
” Harga seperti bawang merah sudah turun drastis bang, dari seminggu yang lalu, harga bawang puting di angka Rp. 60.000 perkilo, di hari ini turun di harga Rp. 40.000 perkilo, dengan turunnya harga bahan pokok membuat omset kita menurun, ” kata salah satu pedagang pasar terminal Toboali, Mari, saat di jumpai di lapak dagangannya, Jum’at ( 22/08/25 )
menurut ia dengan menurunnya omset mereka karena daya beli masyarakat menurun drastis.

” Omset kita menurut bang, luar biasa sekali, kita tidak bisa berkata apa apa lagi dengan keadaan seperti ini, semua ini karena sepi pembeli, daya beli masyarakat sangat menurun,” ujarnya
sementara itu, terpisah, salah satu pedagang pasar terminal Toboali, Acan, saat di jumpai di lapak dagangannya mengatakan ” Pemerintah harus turun tangan membantu, supaya perekonomian kita stabil lagi dan daya beli masyarakat meningkat,” cetusnya
Secara kebetulan di hari dan jam yang sama, ketemu dengan PLT Kepala Dinas Diperindag Kabupaten Bangka Selatan, Deka Indra, mengatakan ” Pemerintah tidak tinggal diam, kami selalu memberikan solusi buat pedagang yang ada di Bangka Selatan, dan terus memberikan inovasi untuk meningkatkan daya beli masyarakat, cuma kebetulan keadaan seperti ini, kita terus bergandengan tangan, berusaha semaksimal mungkin supaya daya beli masyarakat meningkat lagi,” pungkasnya
( Abi )






