Di Depan Kejaksaan Agung Berlanjut, Massa Desak Kejagung Transparan Tangani Dugaan Korupsi

Diupdate pada 24 Juli, 2026 6:06

Tayang Jum’at,(24/07/2026)

Jakarta – Borneoindonesianews.com,-Aksi unjuk rasa di depan Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung), Jakarta Selatan, berlangsung selama dua hari berturut-turut, yakni pada Rabu (22/7) hingga Kamis (23/07/2026). Demonstrasi tersebut diikuti sejumlah elemen mahasiswa dan organisasi masyarakat yang menyuarakan tuntutan agar Kejaksaan Agung menuntaskan penanganan dugaan tindak pidana korupsi secara transparan dan profesional.

Pada hari pertama, Rabu (22/07/2026), massa yang berasal dari sejumlah organisasi, di antaranya Jaringan Intelektual Hukum Nasional (JIHN), BEM Persatuan Indonesia, dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), menggelar aksi di depan gerbang Kejaksaan Agung. Dalam orasinya, mereka mendesak Kejagung untuk membuka secara transparan perkembangan penanganan dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dikaitkan dengan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.

Massa menilai keterbukaan informasi dalam proses penegakan hukum merupakan bagian penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kejaksaan. Selain berorasi, para peserta aksi membawa berbagai spanduk dan poster berisi tuntutan agar proses hukum dilakukan tanpa pandang bulu.

Aksi sempat berlangsung memanas ketika sebagian peserta melakukan pembakaran ban dan memblokade sebagian ruas jalan di depan Kejaksaan Agung. Kondisi tersebut memicu aksi saling dorong antara demonstran dengan aparat kepolisian yang berjaga. Petugas kemudian memadamkan api, mengurai arus lalu lintas, serta mengamankan situasi agar tidak berkembang menjadi kericuhan yang lebih besar.

Menjelang malam, sebagian peserta aksi memilih bertahan di sekitar lokasi. Beberapa di antaranya mendirikan tenda sebagai simbol komitmen untuk terus mengawal tuntutan yang disampaikan kepada Kejaksaan Agung.

Aksi berlanjut pada Kamis (23/7) dengan kehadiran massa dari elemen mahasiswa lainnya, termasuk BEM Kristiani Seluruh Indonesia. Dalam aksi lanjutan tersebut, demonstran kembali menyampaikan tuntutan agar Kejaksaan Agung mengusut perkara yang menjadi sorotan publik secara terbuka. Massa juga meminta agar seluruh proses hukum dilakukan secara profesional, independen, dan bebas dari intervensi.

Selama dua hari pelaksanaan aksi, aparat kepolisian tetap melakukan pengamanan di sekitar Gedung Kejaksaan Agung guna memastikan penyampaian aspirasi berlangsung kondusif serta menjaga ketertiban umum.

Hingga Jumat pagi saat berita ini ditayangkan (24/7), belum terdapat informasi resmi mengenai adanya aksi lanjutan di depan Gedung Kejaksaan Agung. Sementara itu, publik masih menantikan penjelasan resmi dari Kejaksaan Agung terkait perkembangan perkara yang menjadi tuntutan para demonstran.

Demonstrasi yang berlangsung selama dua hari tersebut menjadi perhatian publik karena berkaitan dengan isu penegakan hukum dan pemberantasan korupsi. Sejumlah kalangan berharap seluruh proses hukum dapat berjalan secara objektif, transparan, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku sehingga mampu menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.Artikel ini sudah disesuaikan dengan fakta kronologis hingga 24 Juli 2026, sehingga layak dipublikasikan sebagai berita tanpa memberi kesan bahwa aksi masih berlangsung pada hari Jumat.

Robet T. Silun : Pemred-BI

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews