Ikan Mati Secara Misterius : Masyarakat Desak DLH Kampar Gerak Cepat Ambil Tindakan Tegas

Diupdate pada 9 Juli, 2026 6:23

Tayang Kamis, (09/07/2026)

TAPUNG HULU-Borneoindonesianews.com- Ribuan ikan ditemukan mati massal di sepanjang aliran Sungai Tapung, Desa Kasikan, Kecamatan Tapung Hulu, Kamis (9/7/2026). Warga menduga fenomena ini disebabkan oleh pencemaran limbah beracun yang sengaja dibuang ke sungai.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh warga setempat saat hendak mencari ikan. Kondisi sungai yang dipenuhi bangkai ikan mengapung segera memicu keresahan, mengingat sungai tersebut merupakan sumber air utama bagi warga melalui distribusi PDAM serta tumpuan mata pencaharian bagi nelayan lokal.

Berdasarkan keterangan sejumlah nelayan di lokasi, pembuangan limbah tersebut diduga dilakukan pada malam hari. Diduga kuat, limbah berasal dari arah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Tandun yang terletak di bagian hulu sungai.

“Kematian massal ini bukan sekadar peristiwa alam, melainkan indikasi kuat adanya gangguan kualitas air. Ini sangat mengancam keberlangsungan ekosistem dan kesehatan masyarakat yang bergantung pada air sungai setiap hari,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Tim media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak PKS Tandun. Manajer PKS Tandun, M. Fadhailul Anam, hingga berita ini diturunkan, belum memberikan respons atas dugaan pencemaran tersebut.

Warga Desa Kasikan kini mendesak instansi terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kampar, untuk segera turun tangan melakukan investigasi mendalam, termasuk mengambil sampel air guna memastikan penyebab pasti kematian ikan tersebut.

Hingga saat ini, warga masih terus memantau kondisi air sungai dan berharap ada tindakan tegas jika terbukti terdapat pelanggaran lingkungan yang dilakukan oleh pelaku industri di sekitar wilayah tersebut.

(Tim)

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews