Jadusin, Semoga ” Ramadhan ” Hindarkan KKN Bupati Se – Sultra.

Diupdate pada 19 Februari, 2026 1:00

Tayang Kamis, (19/02/2026)

Kendari-Borneoindonesianews.com,-
Kemunafikan beribadah semoga jangan terjadi pada pejabat daerah. Ramadhan menjadi momentum suci untuk refleksi diri para kepala daerah yang tersebar di 17 daerah se – Sultra, meningkatkan integritas dan menahan hawa nafsu dari keserakahan merampas uang rakyat dengan taktik senyap. Pengabdian yang tulus harus diberikan kepada masyarakat tanpa Korupsi – Kolusi dan Nepotisme ( KKN ) . Keuangan daerah dan seluruh kewenangan yang dimiliki para bupati / walikota se – Sultra wajib dilakukan sesuai regulasi yang ada

Kesungguhan berpuasa semoga melahirkan pribadi kepala daerah yang taat kepada Tuhan sang Pencipta dalam mengemban amanah rakyat. Masyarakat berharap bulan Ramadhan ini akan memperkuat pemahaman nilai – nilai keagaman dan kesalehan sosial para pejabat daerah yang nuansanya bisa memastikan ” Tidak Untuk KKN ”

Pengingat masa lalu, disaat para kepala daerah se – Sultra telah melewati momentum bulan ramadhan, justru beberapa bupati terjerat kasus korupsi yang melahirkan kemarahan rakyat. Kemarahan sebagian masyarakat memuncak saat Bupati Kolaka timur, inisial AMN pada bulan September 2021 ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) terkait suap dana hibah Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ), Bupati Konawe Utara, inisial AS ditetapkan tersangka oleh KPK dugaan suap izin kuasa pertambangan dari perusahaan, Bupati Kolaka Timur inisial AA yang ditangkap KPK atas dugaan suap proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) Kolaka Timur dengan meminta commitment fee 8% atau 9 milyar dari proyek trsebut. Korupsi kembali mengiris hati atas pajak rakyat juga terjadi kepada Bupati Buton Selatan inisial AFH yang ditetapkan tersangka oleh KPK , mantan Walikota Kendari inisial SK ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana korupsi perizinan PT Midi Utama Indonesia tahun 2023 oleh kejaksaan tinggi Sulawesi Tenggara ( Sultra )

Puasa secara kualitatif – fungsional adalah ” Menghadirkan Tuhan ” dalam diri kita ditengah kehidupan masyarakat dan bernegara. Kesadaran Ketuhanan ” God Consciousness” meminjam istilah Muhammad Asad, dalam The message of the Qur,an sudah tertanam dalam diri para kepala daerah sehingga KKN bisa dihindari dengan kesadaran totalitas.

Kita berharap selama ramadhan dan setelah ramadhan jejak ketaatan para bupati kepada Tuhan harus terus dijaga dan dibuktikan dalam memimpin daerahnya masing – masing. Hindari manipulatif proyek, seluruh praktik KKN yang bersumber dari duit rakyat dan memastikan irisan keluarga dan pertemanan tidak dilibatkan dalam proses pengelolaan anggaran termasuk posisi tertentu dalam pemerintahan, kecuali memenuhi syarat sesuai peraturan, rekam jejak terbaik, transparan dan terpenuhi unsur etika birokrasi.

Semoga..bulan Ramadhan tidak dijadikan simbol popularitas para bupati rutin hadir ditempat peribadatan dengan pakaian yang serba wangi. Ingat….rakyat telah ikhlas membayar pajak sebelum jatuh tempo dengan harapan para pejabat daerah bisa bekerja jujur, inovatif dan berjuang tulus untuk kesejahteraan bersama.

Editor Utama : Robet T. Silun

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews