Kapolres Pasaman Barat Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 untuk Pengamanan Idul Fitri 1447 H

Diupdate pada 18 Maret, 2026 11:31

Pasaman Barat-Borneoindonesianews.com,-Kapolres Pasaman Barat memimpin langsung pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat 2026” dalam rangka kesiapan pengamanan dan pelayanan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman Mapolres Pasaman Barat dan diikuti oleh jajaran personel Polri, TNI, serta instansi terkait lainnya.

Apel gelar pasukan ini merupakan bentuk pengecekan akhir terhadap kesiapan personel maupun sarana dan prasarana yang akan digunakan selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Dalam amanatnya, Kapolres Pasaman Barat menekankan pentingnya sinergi antarinstansi guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, khususnya selama arus mudik dan balik Lebaran.

“Operasi Ketupat merupakan operasi kemanusiaan yang mengedepankan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, seluruh personel diharapkan dapat melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesional, dan humanis,” ujar Kapolres.

Selain itu, Kapolres juga mengingatkan seluruh personel untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas, seperti kemacetan lalu lintas, kecelakaan, hingga tindak kriminalitas yang dapat meningkat selama momen Idul Fitri. Ia juga menegaskan pentingnya kehadiran petugas di lapangan sebagai wujud nyata pelayanan Polri kepada masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, turut dilakukan pemeriksaan pasukan serta pengecekan kendaraan dinas dan perlengkapan pendukung operasi. Hal ini bertujuan untuk memastikan seluruh kesiapan berjalan optimal dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas di lapangan.

Dengan dilaksanakannya Apel Gelar Pasukan ini, diharapkan seluruh rangkaian pengamanan dan pelayanan Idul Fitri 1447 H di wilayah Kabupaten Pasaman Barat dapat berjalan aman, tertib, dan lancar, sehingga masyarakat dapat merayakan Hari Raya dengan penuh khidmat dan kebahagiaan.

(Meihizra/Wapemred)

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews