Kinerja Kades Sei Kapar Dikeluhkan Warga, Jarang Ngantor dengan Bermacam Alasan

Diupdate pada 31 Mei, 2025 5:00

Kuala Kapuas, Borneoindonesianews.com, – Sejumlah warga Desa Sei Kapar, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, mengeluhkan perilaku Kepala Desa (kades) Andayadi yang jarang terlihat masuk kantor dan menjalankan tugasnya sebagai pimpinan pemerintahan desa. Ketidakhadiran kepala desa ini dinilai menghambat pelayanan publik dan menurunkan kinerja aparatur desa.

Menurut keterangan warga yang namanya tak ingin di sebutkan dalam pemberitaan ini. Kepala Desa Andayadi sering tidak berada di tempat pada jam kerja dan sulit dihubungi untuk urusan administrasi maupun keperluan warga yang membutuhkan tanda tangan atau persetujuan resmi.

“Kami sebagai warga merasa sangat kecewa karena pada saat kami membutuhkan pelayanan, kepala desa tidak ada di kantor. Hal Ini sudah berlangsung cukup lama, bahkan untuk berkomunikasi melalui telepon kami merasa kesulitan, sebab nomor handphone pak kades jarang aktif,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Lebih lanjut warga tersebut mengatakan bahwasanya dari informasi yang berkembang di masyarakat. Kepala Desa Sei Kapar, Andayadi lebih sering berada di Kapuas dan juga di desa manusup ke ketimbang masuk kantor.

“Dari informasi yang saya dengar, kepala desa lebih sering berada di Kapuas dan desa manusup. Kami selaku warga desa sei kapar berharap kiranya ada tindakan dari pihak kecamatan atau dinas terkait untuk mengevaluasi kinerja kepala desa kami yang mempunyai perilaku seperti itu,” ujarnya.

Dari pantauan awak media yang datang langsung ke Desa Sei Kapar, Kades Andayadi tidak berada ditempat.

Jika Situasi ini dibiarkan berlarut larut tentu akan menimbulkan keresahan dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan desa.

Hal itu juga dibenarkan Ketua BPD Sei Kapar, Hermanto (Dadu), kades memang sering tidak masuk kantor, bahkan sering tidak berada di desa. Sehingga urusan di kantor desa semua di tangani perangkat desa,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi Kepala Desa Sei Kapar, Andayadi mengatakan, saya tidak takut, nanti saya bisa berpikiran pendek kalau media berani memberitakan masalah ini,” ujar Kades Andayadi mengancam. (Agus)

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews