Diupdate pada 4 November, 2026 8:45
Tayang Rabu, (04/10/2026)
Lamandau-Borneoindonesianews.com,- Masyarakat Nanga Bulik melanjutkan mediasi hasil aksi massa yang sebelumnya dilaksanakan tanggal 2 November 2026, Sebab belum ada kejelasan kembali dilakukan mediasi dipimpin oleh Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra didampingi wakil bupati, Abdul Hamid, Kapolres Lamandau, AKBP Eko Yusmiarto dan dihadiri Manajemen USTP Group (SMG) dan (GCM), Suhardi Camat Bulik, Fauji Rahman, Lurah Nanga Bulik, Saripudin, Ketua Koperasi Lamandau Mulya Bersatu, Marwadinor, Perwakilan AMAN Lamandau H.Burhan dan Perwakilan Masyarakat, Muhammad Abidinnor. Mediasi di Aula Setda Lamandau Nanga Bulik, Rabu, 4/11/2026.
Jalannya mediasi berlangsung kondusif, Namun hanya menghasilkan Notulen rapat dari pihak manajemen perusahaan dan perwakilan masyarakat yang pada akhirnya tidak ada kejelasan, sebab pihak masyarakat menuntut 20% kebun masyarakat dari luasan 12.700 ha wajib direalisasikan oleh GCM dan SMG
Kesimpulan hasil rapat mediasi tuntutan kebun plasma 20% antara Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Lamandau dengan PT Sumber Mahardika Graha (SMG) dan PT Graha Cakra Mulia (GCM) diantaranya:

Sesuai tuntutan masyarakat komunitas AMAN Nanga Bulik dan notulen rapat pada tanggal 4 Februari 2014 untuk area kebun plasma 20% dari luas 12.700 ha wajib direalisasikan oleh PT Graha Cakra Mulia dan PT Sumber Mahardika Graha yaitu seluas 2.540 hektar terdapat selisih luas 549 ha.
Area kebun plasma 20% dengan luas 1.991 hektar sudah dibangun dan diserahkan kepada koperasi oleh PT.GCM seluas 446 ha dan PT.SMG seluas 1545 ha.
Perusahaan siap membangun kebun plasma tahun 2027 – 2030 dengan luasan 549 ha, lahan disiapkan oleh pemerintah kabupaten amandau.
Masyarakat komunitas AMAN Nanga Bulik tidak menerima tawaran dari PT GCM dan PT SMG.

Media ini memantau, kemungkinan aksi ini akan berlanjut.
(Rohmat)
Editor Utama : Robet T. Silun






