Diupdate pada 11 Februari, 2026 1:08
Tayang Rabu, (11/02/2026)
Buton Utara-BorneoIndonesianews.com,- Membangun Daerah Buton Utara ( Butur) bukanlah tugas yang mudah dan tidak bisa dilakukan sendirian oleh Bupati Afirudin – Rahman. Sinergi, gotong royong dan kolaborasi lintas elemen ( pemerintah, legislatif, pemuda, pengusaha lokal, tokoh adat, tokoh perempuan, mahasiswa, ASN, akademisi, masyarakat luas, swasta ) merupakan fondasi membangun Butur secara perlahan.
Salah satu pegiat sosial politik Sultra sekaligus pendiri JilumAR Institute, Jadusin menyampaikan bahwa kita boleh mengenal berbagai teori pembangunan namun yang diperlukan warga Butur adalah fakta lapangan. Ini mencerminkan pergeseran paradigma menuju pendekatan yang lebih empiris, kontekstual dan berorientasi pada hasil nyata ( action – oriented ).
Sumber daya alam Butur diberbagai sektor, misal pertanian ( jambu mente, kelapa, cengkeh) , perikanan tangkap dan rumput laut, peternakan, pertambangan, pariwisata serta potensi hilirisasi yang fokus pada pengembangan agroindustri hulu termasuk pemanfaatan sabut kelapa dan inovasi bioplastik berbasis air kelapa yang perlu mendapat perhatian khusus dari Pemerintah dan Perguruan tinggi.
Usaha mikro kecil dan menengah ( UMKM ) harus diperkuat dengan melibatkan ibu – ibu dan pemuda yang memiliki inovasi tinggi untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi Butur. Seluruh Organisasi perangkat daerah harus ada kesungguhan untuk bekerja demi rakyat sesuai sumpah saat dilantik
Keterbatasan anggaran Butur harus menjadi penguat kolaborasi lintas sektor dan berbagai elemen untuk bersatu sejahterakan rakyat secara perlahan. Awal tahun 2026 realisasi pendapatan daerah Pemda Butur sebesar Rp 448,42 miliar atau setara 54,24% dari anggaran pendapatan daerah 2025. Pendapatan daerah salah satunya berasal dari transfer ke daerah dan Dana Desa ( TKDD) sebesar 416,43 miliar.
” Kesempurnaan tentu tidak dimiliki oleh Pemda untuk menyulap Butur maju sejahtera secepat kilat. Disinilah dibutuhkan perencanaan, waktu, kesungguhan, keterbukaan, kejujuran, partisipasi, aksi nyata, anggaran, data, regulasi, inovasi oleh pejabat daerah dan ikhtiar semua elemen untuk bersatu bangun Butur dengan filosofi ” Menga’a mbe’iklas ” Mengabdi pada rakyat dengan tulus. Perbedaan merupakan keniscayaan, Ayo sepakat dalam perbedaan untuk bersatu bangun Butur “, tutup Jadusin
( Hasran Kasran / Kabiro Buton Utara )
Editor Utama : Robet T. Silun






