Penuh Histori, Wd Ilazulaiha : Benteng Keraton Buton Mengesankan.

Diupdate pada 11 Februari, 2026 1:09

Tayang Rabu, (11/02/2026).
Bau – Bau-Borneoindonesianews.com,- Benteng Keraton Buton yang terletak di Kelurahan Melai, Kecamatan Murhum, Kota Bau – Bau menjadi salah satu destinasi warga nusantara dan luar negeri untuk melepas penat dan bersantai bersama keluarga termasuk warga Labuan, Wd Ilazulaiha. Liburan bersama keluarga merupakan keberkahan untuk memanfaatkan waktu lebih enjoi dan menghilangkan stres dari rutinitas sehari – hari.

” Setelah menempuh perjalanan 4,5 jam dari labuan, saya bersama anak dan suami akhirnya tiba di Benteng Keraton Kota Bau – Bau. Perjalanan dengan kendaraan sendiri lebih santai karena sembari melihat pemandangan di area yang dilewati “, Ujar Ila

Tiga jam keliling melihat langsung dan membaca papan informasi ( interpretasi / narasi yang ada diarea Benteng Keraton Buton membuat saya takjub dengan peradaban saat itu.

Benteng ini memiliki tinggi 2-8 meter dan lebar 0,5 hingga 2 meter. Pembangunannya diduga menggunakan metode tradisional dengan cara menyusun batu – batuan dan merekatkannya dengan campuran kapur, putih telur dan pasir.

Ini karya spektakuker yang mengesankan saya atas nilai historisnya. Benteng yang diakui oleh MURI dan Guinness Book of World Records sebagai benteng terluas di dunia ( 23,3 hektar ) dibangun abad ke -16 dengan 12 pintu gerbang ( Lawa ) dan 16 emplasemen meriam ( Baluara ), memiliki keliling tembok sepanjang 2.740 meter yang dirancang untuk melindungi Kesultanan Buton, Ucap Ila dengan kagum.

Berada di puncak dengan ketinggian 101 meter diatas permukaan laut. Pemandangan matahari terbit dan terbenam yang menakjubkan dapat dinikmati dari puncak benteng ini. Berada di lokasi Benteng mengingatkan saya akan keagungan Allah SWT atas alam semesta yang teratur, langit bertingkat tanpa tiang dan pemandangan alam yang memukau dari puncak Benteng yang begitu kokoh dan rapi.

Ini memberikan pengalaman berharga dan edukatif bagi anak saya dan semoga situs sejarah ini terus dijaga, InsyAllah kelak saya akan berlibur lagi di benteng bersejarah tersebut, Tutup Nakes asal Wakorut tersebut.

( Hasran Kasran / Kabiro Buton Utara )

Editor Utama : Robet T. Silun

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews