Diupdate pada 1 Juli, 2024 7:09
Tayang Senin, (01/07/2024)
Kaban jahe karo-Borneoindonesianews.com, –
Oknum wartawan Karo, Riko Sempurna Pasaribu (47), korban kebakaran yang menewaskan satu keluarga, mengundang misteri. “Terbakar atau dibakar,” ucap BP (56) rekan korban, Kamis (28/07/2024).
Sebelumnya, Pelaksana Harian (PlH) Kapolres Tanah Karo AKBP Oloan Siahaan SIK MH menyebutkan, kebakaran tersebut terjadi pada, Kamis (27/07/2024) dini hari sekira pukul 03.30 WIB, mengakibatkan empat orang meninggal dunia.
Kata Kapolres, berdasarkan keterangan saksi-saksi disekitar lokasi, ada empat orang yang tinggal dirumah itu yakni, Rico Sempurna Pasaribu (47) suami, Elfrida Ginting (48) istri, Sudi Investi Pasaribu (12) anak dan Loin Situngkir (2) cucu.
Lanjut BP kepada awak media, dirinya mengisahkan kedekatannya kepada korban Rico Sempurna Pasaribu.
Tiga hari sebelum kejadian, Senin (24/07) korban sempat bercerita dan berkeluh kesah atas teror dari orang yang tak dikenal, semenjak korban menyoroti judi di Karo melalui berita yang ditayangkan oleh korban Riko Sempurna Pasaribu.
“Aku sekarang diincar-incar anak buah bos 303 Koptu HB bang bro. Makanya kuganti nomor HPku sekarang bang. Bantu aku bang, nyawaku terancam sekarang,” ujar korban kepada BP
Mendengar keluh kesah korban, BP seketika itu menyarankan membuat laporan polisi ke Polres Tanah Karo. “Saat itu korban juga sempat pinjam HPku untuk kirim pesan WA ke Kasatreskrim AKP Ras Maju Tarigan,” sebut BP
Menurut BP, adapun pesan WA korban ke Kasatreskrim yang isinya adalah, korban minta perlindungan atas keselamatan dirinya atas beritanya yang menyoroti perjudian di Karo oleh oknum TNI berpangkat Koptu itu.
“Tolong dibantu tindak lanjut biar adek kita merasa nyaman beraktivitas ndan. Udah terlalu sombong Koptu Herman Bukit merasa jenderal dan dia merasa Danyon, terimakasih ndan,” kutipan pesan korban dengan Kasatreskrim, menggunakan WA Ponsel BP.
“Sumber lain, dikutip dari laman status media sosial Facebook Sempurna Pasaribu, tampak dengan vulgarnya korban sangat getol menyoroti peredaran judi di Karo ini dengan menyebut-nyebut oknum TNI berpangkat Koptu itu. Dugaan saya ini bisa jadi ada kaitannya dengan peristiwa kebakaran itu,” ungkap BP.
BP berharap, aparat penegak hukum dalam hal ini Polres Tanah Karo supaya segera mengusut tuntas kebenaran peristiwa ini, apakah korban Riko Sempurna Pasaribu terbakar atau dibakar?? Supaya hal ini tidak menjadi polemik yang berkepanjangan yang menimbulkan asumsi negatif dikalangan masyarakat.
Lebih lanjut AKBP Oloan Siahaan menyampaikan, terkait penyebab kebakaran sampai saat ini masih dalam proses penyelidikan di TKP (Tempat Kejadian Perkara).
“Untuk penyebab kebakaran masih kita selidiki. Namun diketahui bahwa korban ada menjual BBM eceran di warungnya. Dan untuk Tim Laboratorium Forensik Polda Sumut, saat ini bersama kami juga telah sampai di TKP dan sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata Kapolres, Kamis (27/06/2024) di TKP.
(H.H.P)
Editor Utama : Robet T. Silun






