Pemulihan Pertanian Pascabencana, Padang Pariaman Gelar Tanam Serentak Sawah Terdampak

Diupdate pada 18 Mei, 2026 5:28

Padang Pariman-Borneoindonesianews.com-Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menggelar kegiatan Tanam Serentak Sawah Terdampak Bencana Hidrometeorologi pada Rabu (13/5/2026) di kawasan persawahan Tanah Taban. Kegiatan ini menunjukkan percepatan pemulihan sektor pertanian pascabencana, setelah target rehabilitasi lahan sawah yang diberikan Kementerian Pertanian selama satu bulan berhasil diselesaikan dalam waktu hanya 23 hari.

Kegiatan dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, perwakilan Menteri Pertanian RI, Dr. Teddy Dirhamsyah, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis, unsur Forkopimda, pejabat kementerian dan daerah, serta tamu undangan lainnya.

Bupati John Kenedy Azis menjelaskan, dampak bencana terhadap sektor pertanian di Padang Pariaman cukup signifikan. Dari total 1.263,4 hektare sawah terdampak, 446 hektare rusak ringan, 238,25 hektare rusak sedang, 450,7 hektare rusak berat, dan 100,5 hektare hilang akibat terbawa arus sungai. Sementara lahan jagung yang terdampak mencapai 570,35 hektare dengan kerusakan bervariasi.

“Lahan sawah rusak ringan telah tertangani 100 persen melalui bantuan optimalisasi lahan dari Kementerian Pertanian. Lahan rusak sedang baru ditangani 198 hektare, sementara rusak berat dan hilang belum mendapat alokasi bantuan,” ujar Bupati. Ia juga meminta dukungan Kementerian Pertanian untuk rehabilitasi sawah rusak berat, sawah hilang, dan lahan jagung terdampak yang menjadi sandaran ekonomi petani.

Dr. Teddy Dirhamsyah menyampaikan, saat ini luas tanam di Sumatera Barat mencapai 83 persen, dan diharapkan meningkat hingga 100 persen sesuai target Kementerian Pertanian. “Tanam serentak ini diharapkan mempercepat pemulihan sektor pertanian dan perkebunan dengan dukungan semua pihak,” katanya.

Gubernur Mahyeldi mengapresiasi bantuan Menteri Pertanian dan keseriusan Pemkab Padang Pariaman dalam menangani sawah rusak ringan hingga tuntas 100 persen. Ia menambahkan, sawah rusak berat dan hilang membutuhkan kerja besar serta kolaborasi lintas kementerian karena sebagian telah berubah menjadi aliran sungai.

Kegiatan tanam serentak ini diharapkan mempercepat pemulihan pertanian di Padang Pariaman, mendukung ketahanan pangan, dan meningkatkan perekonomian masyarakat pascabencana.

(Kominfo/Meihizra)

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews