Penertiban Sejumlah SPBU Di Kabupaten Tebo Membuat Masyarakat Pedalaman Menjerit.

Diupdate pada 30 Mei, 2025 6:28

Tayang Jum’at, (30/05/2025)

Muara Tebo-Borneoindonesianews.com,-Maraknya para pelangsir BBM di Kabupaten Tebo sehingga sering terjadinya tindak peremanisme menuai sejumlah pro dan kontra bagi masyarakat.

Semenjak adanya penertiban oleh Kepolisian Daerah Kabupaten Tebo membuat sejumlah SPBU di Tebo nampak rapi dan kondusif, sehingga masyarakat pengguna BBM bisa lancar dalam menjalankan aktivitas.

Hal ini berbanding terbalik dengan masyarakat pedalaman atau daerah pinggiran yang ada di Kabupaten Tebo, seperti kecamatan kecamatan yang jauh dari jangkauan untuk ke SPBU, seperti: kecamatan SeraiSerumpun, kecamatan VII koto ilir ulu, seperti desa Sungai karang yang desa ini menyeberang sungai batang hari.dan desa pemayongan, desa semabu,suo suo,muaro sekalo terdapat di kecamatan Sumai.

Penertiban ini tidak hanya membuat langkanya kebutuhan BBM dipinggiran tapi juga membuat roda perekonomian masyarakat terganggu karena sulit dan mahalnya harga bahan bakar minyak diseluruh pedesaan yang desanya jauh dari jangkauan ke SPBU.

Perlu diketahui Kabupaten Tebo merupakan Kabupaten kedua( 2 ) terluas dengan luas wilayah di Propinsi Jambi, dengan memiliki 12 kecamatan, 5 kelurahan dan 107 desa tetapi hanya memilik 5 SPBU.

Atas jeritan masyarakat Nun jauh di pedesaan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak, karena para pelangsir BBM merasa ketakutan untuk melangsir, padahal para pelangsir ini lah yang membantu para masyarakat pengguna bahan bakar minyak di pedesaan untuk memudah mendapatkanya.

Pemerintah maupun pihak kepolisian boleh menertibkan para penjual BBM yang berada di depan maupun di samping SPBU.

Di samping itu pula Pemerintah jangan membuat kebijakan, tetapi juga harus memikirkan dampak dan solusin dari setiap problen yang terjadi di Bumi Seentak Galah Serengkuh Dayung ini.

( Zul,Ependi )

Editor Utama : Robet T. Silun

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews