Diupdate pada 20 November, 2023 5:46
Tayang Senin, (20/11/2023)
Provinsi Riau,Borneoindonesianews.com,- Nasib ratusan tenaga pendidik
Aparatur Sipil Negara ( ASN) di Provinsi Riau masih saja dirundung sedih berkepanjangan. Padahal sebutan ASN itu sangat mahal dan bergengsi dibandingkan dengan sebutan buruh atau kuli di perusahan-perusahan BUMN/Swasta. ASN masa depan cerah bahkan di zaman orba banyak orang tua mau menyogok asal anaknya bisa jadi Aparatur Sipil Negara. ” dulu emakku jual ladang biar aku bisa jadi guru pak” ujar seorang Guru tak mau ditulis namanya.
Begitu juga dengan pengakuan Upik. Lisa,.Mima dan Dilo (bukan nama betulnya) yang berstatus pendidik (ASN). Mereka ngaku tidak berani protes bila uang sertifikasi mereka sering telat. Karena kesannya bila mereka banyak nuntut sama saja itu melawan arus. “Mending bungkam saja pak, jangan macam-macam” ketus Lisa yang baru lima tahun jadi ASN.
Harus di akui, upayah pemerintah untuk mensejahterakan hidup tenaga pendidik.(ASN) kebanyakan isapan jempol belaka. Bahkan ada capres yang berani bikin kejutan bila terpilih jadi presiden akan menaikan gaji guru mencapai 30 juta/ bulan.
Beragam janji didengungkan. Orang miskin jadi orang kaya, Makan siang gratis, ibu hamil dapat bantuan gizi. Walaupun semua masih sebatas gagasan ibarat mimpi indah di siang bolong. Hanya Tuhan yang tau, apakah bapak/ibu yang sering rapat di gedung DPR itu masih terus memperjuangkan nasib rakyat. Sementara pelaku korupsi masih saja gentayangan di negeri ini.
Manisnya janji-janji penguasa, kebanyakan wacana, menuju indonesia adil makmur ternyata masih jauh dalam mimpi. Semakin nyata terlihat, nasib tenaga pendidik yang sangat berjasa untuk mencerdaskan anak bangsa seakan terabaikan.
Di Provinsi Riau tenaga pendidik sering mengeluh atas keterlambatan atas pembayaran uang sertifikasi sejak bulan Juli 2023 lalu hingga sekarang.
Para guru SMA/SMK sederajat tersebut mengaku tidak mengetahui penyebab terlambatnya pembayaran sertifikasi oleh pemerintah Provinsi Riau. Mereka baru menerima dana tersebut pada Jumat (17/11/2023)
Tidak hanya dana sertifikasi , gaji bulan Oktober juga terjadi keterlambatan meski sudah dibayarkan namun tidak seperti biasanya terlambat hingga lebih dari sepekan.
Terlepas dari kondisi politik saat ini yang terjadi pada pemerintahan provinsi Riau, Erwin meminta agar kebijakan untuk hal-hal para tenaga pendidik diselesaikan secara keseluruhan.
“Sekarang sudah bulan November, sudah diujung tahun belum juga ada kejelasan kapan gak sertifikasi mereka bisa dibayarkan. Mohon kepada pemerintah pusat dan provinsi gunakan hati nurani bapak/ibu untuk kesejahteraan para tenaga pendidik di Provinsi Riau saat ini,” ujarnya.
Menurut Erwin, keterlambatan pembayaran hal para guru sangat mempengaruhi kehidupan mereka. Jangan sampai hal ini berpengaruh pada pendidikan bagi anak bangsa.
“Guru merupakan garda terdepan dalam pendidikan generasi bangsa. Mensejahterakan guru sama halnya menjaga keberlangsungan generasi bangsa yang baik. Tanpa guru mau seperti apa negara ini. Jadi tolong kepada pemerintah agar memprioritaskan segala hak-hak para guru,” pungkasnya.(Ronggur G Kabiro Kotanadya Pekanbaru)
Editor : Robet T. Silun






