Utang Lunas, Semangat Tak Padam: Koperasi-SPTI Desa Kasikan Gelar RAT 2026 dengan Optimisme Baru

Diupdate pada 26 Juni, 2026 4:56

Tayang Jum’at, (26/06/2026)

Rokan Hulu– Borneoindonesianews.com,-Semangat kebersamaan anggota Koperasi Serikat Pekerja Transport Indonesia (Koperasi-SPTI) Desa Kasikan, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, tetap menyala meski tahun buku 2026 ditutup dengan sisa hasil usaha (SHU) yang minim.

Hal itu mengemuka dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun 2026 yang digelar di Kantor Koperasi setempat, Kamis, 25 Juni 2026. Rapat dihadiri seluruh pengurus, tamu undangan, dan 120 orang anggota aktif.

Mengusung tema *”Terbang Tinggi Mengatasi Badai, Terbang Rendah Fokus Penyelesaian Masalah”*, RAT tahun ini menjadi penanda bahwa koperasi telah melewati periode sulit yang penuh tantangan.

*Utang Lunas Jadi Capaian Utama*

Dalam laporan pertanggungjawaban, pengurus menyampaikan bahwa selama setahun terakhir koperasi menghadapi berbagai musibah dan persoalan yang menimbulkan pengeluaran tak terduga. Kondisi itu membuat beban biaya operasional membengkak dan berdampak langsung pada perolehan SHU.

Meski demikian, ada kabar baik yang disyukuri bersama: *seluruh kewajiban utang koperasi kini telah lunas*.

“Pembagian sisa hasil usaha Koperasi-SPTI Tahun 2026 ini, sungguh minim dan sangat tidak memuaskan. Kami paham kawan-kawan semua pasti kecewa dengan hasil usaha koperasi kali ini. Tetapi, itu karena problematik yang luar biasa menimpa Koperasi-SPTI yang kita cintai bersama ini,” kata Ketua Koperasi-SPTI, Dolok Sianturi, dengan nada tulus.

Ia menjelaskan, seluruh permasalahan berawal dari serangkaian kejadian besar yang menimbulkan gejolak. Akibatnya, koperasi harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menyelesaikan persoalan demi menjaga keberlangsungan organisasi.

*Fokus Bangkit dan Tingkatkan Kesejahteraan Anggota*

Meski mengakui kekecewaan anggota, Dolok Sianturi menyampaikan optimisme tinggi untuk masa depan. Dengan beban utang yang sudah selesai, koperasi kini memiliki ruang gerak lebih besar.

“Kami bersyukur, seluruh utang kini telah selesai. Selama perjuangan ini, kita semua telah melaluinya dengan sekuat tenaga, meskipun harus menanggung beban biaya operasional yang terus bertambah demi menyelesaikan berbagai persoalan dan memastikan kesejahteraan anggota dapat tercapai dengan lebih baik ke depannya,” tambahnya.

Ia mengajak seluruh anggota untuk tetap sabar, memperbanyak doa, dan menjaga semangat kekompakan. Harapannya, ke depan koperasi dapat berjalan lebih lancar dan bebas dari gangguan, sehingga SHU bisa meningkat dan memberi manfaat ekonomi lebih besar bagi anggota.

RAT Berjalan Kekeluargaan

Selain pengesahan laporan pertanggungjawaban pengurus dan pembagian SHU, RAT 2026 juga menjadi momentum memperkuat tekad bersama. Seluruh peserta sepakat berkomitmen untuk terus bekerja sama mengatasi tantangan dan mewujudkan kesejahteraan bersama.

Rapat ditutup dalam suasana positif dan penuh kekeluargaan. Dengan utang yang telah lunas dan semangat yang tidak padam, Koperasi-SPTI Desa Kasikan menatap tahun buku 2027 dengan harapan baru.

Editor Utama : Robet T. Silun

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews