Wakapolda Riau Buka Kegiatan Peningkatan Kemampuan Bhabinkamtibmas Tahun 2026

Diupdate pada 14 Mei, 2026 8:21

Tayang Kamis, (14/05/2026)

Pekanbaru-Borneoindonesianews.com- Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi, pada Rabu (13/5/2026), secara resmi membuka kegiatan Pemeliharaan dan Peningkatan Kemampuan Bhabinkamtibmas Polda Riau Tahun Anggaran 2026, yang digelar dengan meriah di Balai Serindit Aula Gubernuran.

Acara yang dihadiri oleh sejumlah Pejabat Utama Polda Riau, para Kasat Binmas Polres/ta se-Kepulauan Riau, serta ratusan Bhabinkamtibmas dari seluruh wilayah jajaran Polda Riau ini, menghadirkan kombinasi narasumber terbaik dari dalam dan luar institusi Polri.

Di antara narasumber internal yang berbagi ilmu adalah perwakilan dari Dit Intelkam dan Dit Resnarkoba Polda Riau. Sementara itu, narasumber eksternal yang menghiasi acara ini mencakup Kasatgaswil Riau Densus 88 AT KBP Sunadi, S.I.K., M.H., tokoh agama Ustaz Sofyan Sauri, serta perwakilan BMKG Provinsi Riau yang diwakili oleh Koordinator Prakiraan dan Informasi, Bibin Sulianto, S.Si., M.T.

Dalam amanat Kapolda Riau yang disampaikan langsung oleh Wakapolda, ditegaskan bahwa Bhabinkamtibmas memegang peran strategis sebagai wajah negara yang paling dekat dengan masyarakat, sekaligus menjadi jembatan penghubung antara negara dan rakyat jelata.

“Di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks dan penuh tantangan, Bhabinkamtibmas harus menjadi aktor utama dan ujung tombak dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Kehadiran Bapak-Ibu Bhabinkamtibmas diharapkan bukan hanya muncul saat masalah sudah terjadi, tetapi mampu hadir lebih awal untuk mencegah masalah sebelum berkembang menjadi lebih besar,” tegas Wakapolda Riau Brigjen Hengki.

Brigjen Hengki juga mengungkapkan bahwa tantangan keamanan masa kini tidak lagi bersifat konvensional seperti dulu. Seiring berkembangnya era disrupsi dan kemajuan teknologi informasi, muncul berbagai ancaman baru seperti potensi penyebaran hoaks yang merusak persatuan, konflik sosial yang mudah membesar, hingga ancaman radikalisme yang membutuhkan pendekatan keamanan yang lebih humanis dan berorientasi pada pencegahan.

“Kita tidak bisa lagi bekerja dengan pola lama. Bhabinkamtibmas harus mampu mengikuti perubahan zaman, memiliki kemampuan komunikasi sosial yang luar biasa, dan yang paling penting – mampu membangun kepercayaan masyarakat yang kokoh terhadap institusi Polri,” jelasnya.

Menurutnya, kepercayaan publik bukanlah sesuatu yang datang dengan sendirinya, melainkan lahir dari setiap interaksi sederhana antara Bhabinkamtibmas dengan warga masyarakat sehari-hari.

“Jadilah pendengar yang baik bagi keluhan masyarakat, penengah yang adil ketika terjadi perselisihan, dan penggerak perubahan menuju kondisi positif di tengah lingkungan masyarakat tempat Bapak-Ibu bertugas,” pungkas Brigjen Hengki dengan penuh semangat.

Melalui kegiatan peningkatan kemampuan yang dirancang secara komprehensif ini, diharapkan seluruh peserta dapat meningkatkan wawasan pengetahuan, mengasah kemampuan teknis dan sosial, serta mengangkat kualitas pengabdian sebagai garda terdepan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan cara yang presisi, humanis, dan profesional. (Humas Polda Riau/Ronggur.G Kabiro Kotamadya Pekanbaru.)

Editor Utama : Robet T.Silun.

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews