Pemkab Mura Bersama Temu Pendidik Nusantara Menggelar Kegiatan Tema Iklim Pendidikan dan Pendidikan Iklim Tahun 2025

Diupdate pada 21 Juli, 2025 7:11

Tayang Senin, (21/07/2025)

Puruk Cahu-Borneoindonesianews.com,- Provinsi Kalimantan Tengah Kabupaten Murung Raya, SMPN 1 Murung hari ini menjadi pusat berkumpulnya para pendidik dalam Temu Pendidik Nusantara (TPN) XII tingkat Kabupaten Murung Raya di halaman sekolah. Kegiatan tahun ini mengusung tema “Iklim Pendidikan dan Pendidikan Iklim”, yang menegaskan pentingnya membangun ekosistem belajar sehat sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap perubahan iklim, Sabtu (19/07/2025).

Kegiatan acara ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Murung Raya, Pj Sekda Kabupaten Murung Raya, perwakilan Dinas Pendidikan, pengawas sekolah, Kabid Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup, perwakilan PT Alamtri Resources dari maruwai cool Riawan Ma’ruf, para guru, kepala sekolah, peserta TPN XII, serta tamu undangan lainnya.

Dengan diawali rangkaian acara, Ketua Panitia Zakiah menyampaikan bahwa Temu Pendidik Nusantara secara nasional telah memasuki tahun ke-12 penyelenggaraan. Kabupaten Murung Raya untuk tahun ke-2 kembali dipercaya menjadi pelaksana dan menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Kalimantan Tengah yang menyelenggarakannya pada tahun ini, dari total 45 daerah di Indonesia.

Kemudian Ia menyampaikan apresiasi atas kolaborasi Guru Belajar Foundation, Komunitas Guru Belajar Nusantara Kabupaten Murung Raya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Pemerintah Kabupaten Murung Raya, serta dukungan PT Alamtri Resources Indonesia. Harapannya, TPN XII melahirkan lebih banyak inisiatif nyata untuk ruang belajar yang ramah, relevan, dan berorientasi keberlanjutan.

Selanjutnya Sambutan pemerintah daerah disampaikan oleh Wakil Bupati Murung Raya Rahmanto Muhidin mewakili Bupati Heriyus. Ia menyoroti tantangan pendidikan, termasuk masih tingginya pengangguran yang bahkan dialami lulusan sarjana. Karena itu, ia menegaskan pentingnya membekali generasi dengan tiga pilar utama: ilmu pengetahuan, keterampilan, dan akhlak/etik (etitude). Tanpa akhlak yang baik, ujarnya, kecerdasan dan kecakapan tidak akan bermakna di tengah masyarakat.

Rahmanto kemudian memaparkan komitmen Pemerintah Daerah melalui program, Kartu Hebat Murung Raya Cerdas (Gold & Silver) bagi siswa tidak mampu dan berprestasi untuk menekan angka putus sekolah. Beasiswa perguruan tinggi bernilai di atas Rp10 juta per tahun dengan skema alokasi berbasis luas wilayah dan jumlah penduduk, agar lebih adil. Kartu Hebat Pintar Santri bagi peserta didik di pondok pesantren dan sekolah keagamaan (termasuk sekolah teologi lintas agama).

Pemerintah daerah menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, relawan, komunitas pendidik, serta mitra perusahaan yang terus berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat. Melalui sinergi ini diharapkan lahir generasi yang mandiri, berkarakter, adaptif terhadap tantangan zaman, serta peduli lingkungan.

(H.Helmi)

Editor Utama : Robet T. Silun

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews