Ketua Forum Puspa Gelar Kegiatan Sosialisasi Menghadapi Isu Perundungan Bullying SMAN 1 Murung 2025

Diupdate pada 21 Juli, 2025 7:13

Tayang Senin, (21/07/2025)

Puruk Cahu-Borneoindonesinews.com,- Provinsi Kalimantan Tengah Kabupaten Murung Raya, Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Mura telah kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap isu isu perlindungan anak dan perempuan dengan melaksanakan sosialisasi dengan bertema “Stop Bullying” di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Murung, Jumat (19/07/2025).

Ketua Forum PUSPA Murung Raya Dina Maulidah menyampaikan bahwa bullying tidak hanya berdampak pada kesehatan mental korban, tetapi juga dapat mengganggu proses belajar dan tumbuh kembang anak. Maka dari itu Ketua Forum PUSPA Murung Raya mengajak seluruh siswa untuk tidak tinggal diam jika mengalami atau menyaksikan bullying.

Dina Maulidah menjelaskan adapun jenis bullying pertama bullying fisik, Kedua bullying verbal, Ketiga bullying sosial atau relasional, Ke empat cyberbullying, Kelima bullying psikologis / emosional. “Dampak dari bullying terhadap seseorang terutama pelajar bisa menyebabkan penurunan rasa percaya diri, gangguan kecemasan dan depresi, prestasi akademik menurun, isolasi sosial, pemikiran untuk menyakiti diri sendiri (hingga bunuh diri) atau orang lain,” terang Dina Maulidah.

Adapun beberapa langkah penting yang ia disampaikan dalam sosialisasi antara lain ; Pertama bicara dengan orang dewasa yang dipercaya, Kedua bangun keberanian untuk berkata “tidak Jika merasa terintimidasi, Ketiga bersikap asertif, bukan agresif hadapi pelaku dengan tenang, tanpa kekerasan. Keempat bentuk kelompok pertemanan positif lingkungan yang suportif, Ke lima jangan jadi penonton yang diam Jika melihat teman dibully, jangan membiarkan, Ke enam gunakan media sosial secara bijak.

Ia menambahkan bahwa sekolah merupakan salah satu ruang utama tumbuh kembang anak, sehingga sangat penting untuk memastikan lingkungan belajar yang sehat secara emosional dan sosial. “Forum PUSPA menekankan pentingnya komunikasi yang sehat, empati, serta keberanian untuk melaporkan tindakan perundungan,” tukas Dina Maulidah.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para pelajar tentang bahaya perundungan (bullying) yang sering terjadi di lingkungan sekolah. Sosialisasi dikemas secara interaktif dengan melibatkan siswa-siswi dalam diskusi untuk mengenali berbagai bentuk bullying serta cara menghadapinya.

(H.Helmi)

Editor Utama : Robet T. Silun

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews