Air Menggenang , Proyek Drainase PUPR Jambi Hampir 1,5 M Diduga Asal Jadi

Diupdate pada 12 Desember, 2025 12:29

Tayang Jum’at, (12/12/2025)

Tebo-Borneoindonesianews.com,-
Ruas Jalan Padang Lamo hingga perbatasan Sumatera Barat mendapat alokasi peningkatan kondisi jalan berupa pembangunan drainase bersumber dari APBD Provinsi Jambi.

Terpampang di papan informasi, Proyek dibawah pengawasan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Jambi tersebut bernilai hampir 1,5 Milyar, tepatnya Rp 1.467.606.000 dan dikerjakan oleh Kontraktor pelaksana CV. HADHI JAYA dengan waktu pengerjaan 90 hari kerja dan tanggal kontrak 12 September 2025.

Namun, pada Minggu 7/12/2025, saat melintas di Desa Aur Cino Kecamatan VII Koto, nampak pemandangan genangan air di drainase yang baru selesai di bangun, padahal cuaca sedang jarang sekali hujan di wilayah tersebut, bahkan hingga esoknya. Senin 8/12/2025, genangan air masih ada (air tak mengalir).

Kesan asal jadi makin menguat setelah didapati informasi, pelaksana pekerjaan dilokasi juga “ngamen” dengan mengerjakan pekerjaan jembatan di depan rumah warga yang terlewati pekerjaan drainase tersebut.

Nyaris hampir semua rumah warga yang terlewati drainase membuat jembatan sebagai akses masuk kehalaman rumah mereka dengan dipungut upah 1 juta per rumah dan dikerjakan oleh pekerja proyek drainase.

Patut diduga jika pembuatan jembatan akses masuk kehalaman rumah warga yang diluar pekerjaan proyek adalah kegiatan “ngamen” atau cari seseran namun menggunakan material berupa pasir, koral, besi dan semen yang seharusnya peruntukannya untuk pembuatan drainase, sehingga serapan dana untuk material proyek justru malah dijual ke warga untuk mencari keuntungan pribadi dan mengurangi mutu pekerjaan drainase itu sendiri.

Apalagi ada informasi dari warga yang menyebutkan pengerjaan tersebut ada beberapa titik dasaran lantai drainase yang tidak di cor dan ada yang dicor.

Kepada Dinas PUPR Jambi agar melakukan pengecekan kembali terhadap pekerjaan drainase tersebut, jangan sampai pekerjaan bersumber dari dana Provinsi yang dikerjakan jauh dipelosok Kabupaten jadi Bancakan kontraktor nakal.

(Korwil jbi)

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews