Anak Kecil di Pekanbaru Diserang Kawasan Gajah Liar

Diupdate pada 3 November, 2025 7:35

Tayang Senin, (03/11/2025)
Pekanbaru. Borneoindonesianews.com,- Sebutan Riau yang dulunya kaya dengan hutan perkasa serta memiliki beragam binatang buas kini tinggal kenangan. Keadaan hutan sudah berganti perkebunan sawit milik kapitalisme.
Kehidupan binatang liar satu persatu sudah funa.

Berita gajah ngamuk masuk kampung atau gajah merusak kebun petani hal biasa, gajah mati keracunan membusuk disemak belukar adalah berita nyata yang tidak bisa dipungkri karena gajah sudah kehilangan hutan tempatnya berlindung karena maju pesatnya zaman.

Gajah seperti marah karena rimbahnya tidak saja dijadikan perkebunan sawit tapi sudah ada dijadikan pemukiman. Bayangkan, akibat kesalahan manusia, anak kecil bernama Citra berusia 8 tahun di Pekanbaru diserang kawanan gajah liar, Kamis (30/10/2025) akhirnya meninggal dunia.

Citra imeninggal setelah menjalani operasi dan masa pemulihan akibat diserang gajah liar di Pekanbaru, Riau.
“Korban (Citra) meninggal pagi sekitar pukul 04.30 WIB di RSUD Arifin Achmad. Meninggal setelah operasi,” kata Kapolsek Rumbai AKP Said Khairul saat dikonfirmasi, Sabtu (1/11/2025).

Korban sebelumnya mendapat perawatan medis, Kamis (30/10). Korban mengalami luka serius pada bagian kepala, rusuk dan tubuh lainnya.

Setelah kejadian, korban langsung dibawa ke RSUD Arifin Achmad untuk mendapat penanganan medis. Pagi itu juga, korban langsung dioperasi karena pendarahan di bagian kepala.

“Jadi meninggal tadi itu setelah pemulihan pasca operasi. Operasi sudah selesai,” ujar Said.

Sebelumnya ayah korban serangan gajah, Sardo Purba mengaku sudah 6 tahun tinggal di lokasi. Sardo juga mengakui bahwa gajah sering muncul dan melintas tak jauh dari tempat tinggalnya.

“Sudah 6 tahun saya tinggal di situ, baru ini kejadian. Memang sering gajah lewat, tapi tidak naik ke atas,” katanya.

Saat gajah mendekati tempat tinggalnya, Sardo mengaku sempat pasrah. Apalagi kondisi saat itu gelap gulita. “Aku berfikir
kami mati semua, saya sudah berlindung memang kondisi saat kejadian gelap karena mendekati jam 5 pagi,” tegas Sardo saat ditemui di RS Arifin Achmad.( Ronggur.G Kabiro Kotamadya Pekanbaru)

Editor Utama : Robet T.Silun.

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews