Bupati Seruyan Sebut Proyek Infrastruktur Pertanian Masih Asal-Asalan

Diupdate pada 21 April, 2025 7:27

Tayang Senin, (21/04/2025)

Kuala Pembuang-Borneoindonesianews.com,- Dari kacamata pengamatannya di lapangan, Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda,S.E.,M.Si menyebut, jika pelaksanaan kegiatan proyek bidang infrastruktur pertanian di Seruyan masih dinilai asal-asalan.(21/4)

“Infrastruktur pertanian baik itu pengerjaan jalan usaha tani (JUT) ataupun proyek irigasi, pertama lokasinya tidak tepat dan kedua kualitasnya parah,” kata Selanorwanda di sela waktu setelah melaksanakan panen raya di Desa Persil Raya belum lama ini.

Tak hanya itu, Bupati Seruyan juga menyayangkan, anggaran yang dikucurkan untuk kemajuan sektor pertanian di wilayah Kabupaten Seruyan selama ini hanya sebesar Rp.50 juta per tahun.

“Dari informasi yang saya peroleh dari kepala dinasnya, itu anggaran cuma Rp. 50 juta. Jadi apa kalau cuma Rp. 50 juta itu,” hal demikian itu tidak akan maksimal naik dari segi volume dan kualitas” cetusnya.

Sementara untuk sektor bidang pertanian ini, banyak masyarakat Seruyan yang sejak dahulu menggantungkan hidupnya sebagai salah satu mata pencaharian.

“Kalau dari segi kebijakan pemerintah daerah saja kurang atau tidak mendapat perhatian lebih, bagaimana sektor ini bisa maju dan berkembang. Padahal jika dilihat dari prosfek dan potensi yang dimiliki, Kabupaten Seruyan ini memiliki luasan yang sangat potensial untuk dikembangkan untuk daerah swasembada padi bahkan beras. Sebab jaraknya lokasi pertanian tak jauh dari lokasi pemukiman,” ungkapnya.

Bupati menerangkan, sektor bidang pertanian kalau tidak dikelola secara serius, akan berpengaruh buruk pada pertumbuhan ekonomi masyarakat di tingkat Desa, sebagai wilayah penyangga perekonomian masyarakat di kabupaten.

“Sebagai penutup Selanorwanda menegaskan” hal Ini akan kita benahi, termasuk jalan dan irigasi. Begitu juga dengan sarana dan prasarana pertanian yang diperlukan. Termasuk juga soal pengadaan pupuk dan obat-obatan (pestisida) yang diperlukan oleh petani. Semuanya perlu pengelolaan yang baik. Sembari kita juga melakukan optimalisasi lahan secara komprehensif,” jalasnya.

(Par/Rij)

Editor Utama : Robet T. Silun

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews