Jadusin, Kejujuran Para Menteri Tantangan Presiden Prabowo

Diupdate pada 16 Februari, 2026 6:35

Tayang Senin, (16/01/2026)

Kendari-Borneoindonesianews.com,-
Cita – cita bangsa yang maju, sejahtera, mandiri dan berkeadilan bukan hanya ditopang dengan sumber daya namun dengan kejujuran para pejabat negara khususnya para menteri sebagai pembantu presiden.

Tantangan pemerintahan Presiden Pranowo Subianto ditahun 2026 adalah memastikan seluruh Menteri mengabdi dengan jujur untuk rakyat bukan bekerja atas inisiatif politik pribadi demi keuntungan keluarga dan partainya.

Saatnya nilai – nilai kejujuran harus terus diingatkan kepala negara kepada para menteri setiap dua bulan didalam rapat internal istana. Sumpah jabatan harus kembali dilafalkan oleh para menteri dihadapan presiden sebagai pengingat tanggung jawab kepada rakyat untuk tetap bekerja tanpa korupsi, kolusi dan nepotisme ( rutin setiap dua bulan secara tertutup diruang rapat istana ).

Rohaniawan istana sebaiknya disiapkan rutin setiap 3 bulan untuk memberikan nasihat spritual dan kejujuran terhadap seluruh menteri didalam ruang rapat istana. Proses ini bisa menghadirkan istri / suami para menteri untuk mendengarkan nasihat tersebut sehinga menjadi pengingat begitu mudahnya pengawasan Sang Pencipta kepada setiap insan yang melakukan aktivitas diseantero bumi ini. Membiasakan membaca kitab suci 3 menit sesuai keyakinan masing – masing sebelum rapat dimulai di istana sejatinya bisa dilakukan oleh para menteri sebagai penanda masih ada cinta dan rasa takut terhadap Kuasa- Nya. Aktvitas spritual ini harus dijadikan kebiasaan tulus yang tumbuh dari sosok para menteri dengan berbagai aktivitas negara yang melelahkan dan mulia untuk menguatkan prinsip kejujuran dalam hati.

Kejujuran bukan sekedar tidak berbohong melainkan merupakan landasan moral individu, praktik spritual dan jalan menuju ketenangan batin. Dengan itulah, para menteri akan bekerja sungguh – sungguh demi kepentingan rakyat bukan karena takut terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) dan digusur oleh Presiden dari kursi menteri. Nurani menteri akan memiliki ketakutan tertinggi pada sang Pencipta sehingga amanah sebagai menteri adalah bentuk kejujuran yang harus ditegakkan dalam kondisi apapun. Secara pribadi dia rela mundur sebagai menteri semisal merasa kebijakannya tidak sesuai konstitusi yang dapat merugikan rakyat tanpa menungu surat panggilan aparat penegak hukum.

Presiden Prabowo Subianto telah melakukan ihtiar kuadrat dengan berbagai kebijakan demi bangsa ini, meskipun belum sempurna – tantangan yang dihadapi negara begitu kompleks – butuh waktu serta memerlukan kekuatan masyarakat untuk bersama membangun NKRI. Disinilah peran amat strategis para menteri untuk memastikan seluruh arahan Presiden harus dijalankan dengan nuansa kejujuran dan konstitusional.

Anggaran Pendapatan Belanja Negara ( APBN ) yang begitu besar dan berbagai fasilitas lengkap yang dimiliki oleh para menteri sejatinya bermuara pada kepentingan rakyat dengan penuh kejujuran. Runtuhnya kursi rezim tertentu karena diawali dari ketidakjujuran dari pejabat dalam mengemban amanah rakyat.

Editor Utama : Robet T. Silun

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews