Kegiatan program nasional di desa kuala indah sesuai harapan Pj.Bupati Pembebasan Stunting Batu Bara Dapat Terwujud

Diupdate pada 13 Juni, 2024 12:41

Tayang Kamis, (13/06/2024)

Batu Bara-Borneoindonesianews.com,-
Kegiatan Intervensi  serentak pencegahan stunting didesa Kuala Indah Kecamatan Sei suka, Kabupaten Batubara Sumatera utara dilaksanakan diaula balai desa Kuala Indah, Kamis (13/06/2024).

Hadir Kadis Kesehatan  Batubara dr.  Deni Syahputra, Camat Seisuka Tumpak Saragih, Ketua dan anggota Tim penggerak PKK Seisuka, Kepala Desa dan aparat desa Kuala Indah, Ketua dan anggota Tim penggerak PKK Desa Kuala Indah, kader pos yandu dan warga masyarakat dan para ibu hamil.

Pj.Nizhamul Bupati Batubara diwakili dr. Deni Syahputra menyampaikan :Terjadinya Stunting disebabkan karena kurangnya asupan gizi dalam waktu yang lama dan penyakit infeksi berulang, ditandai dengan tinggi badan berada dibawah standar, selain itu kejadian stunting pada balita juga erat kaitannya dengan status kesehatan ibu pada saat hamil dan sesudah hamil.

Menurut Nizhamul, berdasarkan data survei kesehatan Indonesia (SKI)  tahun 2023 angka stunting dikabupaten Batubara sebesar 17.7% angka ini lebih baik dibandingkan angka Stunting nasional sebesar 21,5% dan angka stuntung sumatera utara 18.9 %.

Kita akan terus berusaha agar kabupaten Batubara mampu menurunkan stunting dibawah 14% tahun 2024,kita meyakini penurunan ini bisa dicapai, mengingat dari tahun 2021sampai 2023 kabupaten Batubara berhasil menurunkan kasus stunting dari 30.9% menjadi 21.7% tahun 2022 dan turun 17.7% tahun 2023.

Sudah menjadi tugas kita bersama untuk melakukan upaya yang berkesinambungan, dalam rangka percepatan pencegahan dan penurunan stunting dikabupaten Batubara, mulai dari hulu sampai hilir yaitu mulai dari pendampingan pada calon pengantin, pemeriksaan kesehatan ibu hamil, serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita.

Melalui gerakan ini diharapkan 100% sasaran ibu hamil, balita dan calon pengantin mendapatkan pelayanan kesehatan yang diperlukan berupa deteksi dini dan edukasi, serta intervensi bagi ibu hamil, balita dan calon pengantin bermasalah gizi, sehingga kabupaten Batubara bebas stunting dapat segera terwujud.

Kepala Desa Kuala Indah,  Matsyah mengatakan: kegiatan ini merupakan program nasional, sebagai pemerintah desa siap menjalankan program pemerintah pusat, dengan demikian percepatan bebas stunting dapat terwujud seperti harapan bapak Pj. Bupati.

acara diisi dengan Pemberian Makan Tambahan (PMT)  bubur kacang hijau, agar-agar dan buah-buahan kepada Calon Pengantib,  ibu hamil dan balita.

(Firman Napitupulu)

Editor Utama : Robet T. Silun

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews