KH. Iwan M. Arsyad Amrullah : Sosok Ulama Kharismatik Penjaga Harmoni di Bumi Habaring Hurung.

Diupdate pada 30 Juli, 2025 8:18

Tayang Rabu, (30/07/2025)

Sampit-Borneoindonesianews.com, – Di tengah geliat modernisasi dan dinamika sosial budaya di Kabupaten Kotawaringin Timur, sosok KH. Iwan M. Arsyad Amrullah tampil sebagai figur yang realistis dalam menjembatani dua kekuatan besar di Kalimantan Tengah agama dan adat. Sosok beliau bukan hanya dikenal sebagai ulama kharismatik, tetapi juga sebagai tokoh Dayak yang aktif dalam penguatan identitas kultural masyarakat lokal.

Sebagai seorang tokoh ulama Dayak,Sosok Guru Iwan setiap kegiatannya dakwahnya selalu membawa nilai-nilai Islam yang damai, toleran, dan membumi. Ia dikenal luas oleh masyarakat kotim karena pendekatannya yang sejuk, humanis, serta mampu merangkul lintas golongan.

*Jabatan Strategis di DAD Kotim*

Pada awal 2024, nama KH Iwan kembali mencuat setelah resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Kotawaringin Timur untuk periode 2023–2028. Pelantikan yang digelar di Stadion 29 November Sampit itu dihadiri oleh para tokoh penting Kalimantan Tengah, termasuk Ketua Umum DAD Kalteng Agustiar Sabran dan Gubernur H. Sugianto Sabran.

Sebagai Ketua Dewan Pertimbangan, KH Iwan memiliki posisi penting dalam memberikan arah moral dan etika terhadap setiap kebijakan organisasi adat. Ia bukan sekadar tokoh simbolik, tetapi menjadi penyeimbang antara semangat adat dan ajaran agama.

*Jembatan Antara Adat dan Agama*

Kehadiran KH Iwan dalam tubuh DAD menjadi representasi penting bahwa masyarakat Dayak bukan entitas tunggal. Ia menjadi bukti hidup bahwa identitas Dayak bisa selaras dengan Islam tanpa kehilangan akar budaya. Ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa pluralitas adalah kekuatan, bukan perpecahan.

Dalam berbagai kesempatan, beliau kerap menekankan pentingnya musyawarah, keadilan sosial, dan pemajuan pendidikan berbasis nilai-nilai lokal. Ia juga aktif membina masyarakat melalui kajian keagamaan dan pembinaan generasi muda Dayak Muslim agar tidak tercerabut dari akar identitasnya.

*Kiprah yang Menyatu dengan Masyarakat*

Tidak hanya dikenal di kalangan elite, sosok KH Iwan juga akrab dengan masyarakat akar rumput. Kehadirannya dalam kegiatan adat, keagamaan, maupun sosial menjadi bagian penting dari proses membangun kepercayaan dan keharmonisan antarumat di Kotim.

Warga memanggilnya dengan hormat sebagai “Guru Dayak”, sebuah panggilan yang mencerminkan kedalaman ilmu, kebijaksanaan, dan kasih sayangnya dalam membimbing umat.

Di tengah zaman yang penuh polarisasi, kehadiran figur seperti KH Iwan M. Arsyad Amrullah menjadi oase penting. Ia bukan hanya ulama atau tokoh adat, tetapi penjaga warisan nilai yang menjadikan Sampit dan Kalimantan Tengah tetap teduh dan harmonis.

Dimmy korwil BI Kalteng

Editor utama: Robet T. SIlun

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews