Diupdate pada 31 Oktober, 2026 8:44
Tayang Sabtu, (31/10/2026)
Tebo-Borneoindonesianews.com,-Menjelang digelarnya Musyawarah Besar (Mubes) Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Jambi pada bulan Desember 2026 mendatang, gelombang harapan dan dukungan mengalir deras dari seluruh masyarakat Jambi, terkhusus warga Kabupaten Tebo. Masyarakat mendoakan dan berharap agar Pahrudin Razi, S.H., M.H. terpilih menjadi Ketua LAM Provinsi Jambi untuk periode mendatang.
Masyarakat berharap sosok yang terpilih memimpin LAM Jambi ke depan merupakan figur yang mampu memperkuat peran adat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pemimpin adat hendaknya memegang teguh filosofi kepemimpinan Melayu Jambi:
”Ibarat sebatang pohon gedang di tengah dusun, batangnya besak tempat bersandar, daunnya rimbun tempat berlindung ketiko hujan tempat beteduh ketiko panas, akarnya besak tempat bersilo, peghi tempat betanyo, balik tempat babarito.”
Selain itu, penekanan utama juga tertuju pada pentingnya memilih nakhoda yang benar-benar mampu mengemban amanah lembaga secara murni, tanpa terwarnai oleh kepentingan politik praktis maupun kelompok tertentu. Hal ini sejalan dengan roh dan amanah Perda Nomor 2 Tahun 2014 tentang Lembaga Adat Melayu Jambi. Pemimpin adat diharapkan tidak memiliki sifat “telunjuk lurus kelingking bekait” atau “menggunting dalam lipatan” demi kepentingan politik sesaat.
Menjaga eksistensi dan marwah LAM Jambi sangat krusial agar distorsi yang dapat merusak independensi lembaga tidak terjadi di masa kini, esok, maupun masa yang akan datang.
Lembaga Adat Melayu (LAM) Jambi bukan sekadar wadah pelestarian tradisi, melainkan penguat moral dan pembangun karakter masyarakat Jambi yang berintegritas.
Prinsip dasar Adat bersendi Syara’, Syara’ bersendi Kitabullah harus terus dipelihara agar adat tetap menjadi benteng moralitas dan pemersatu negeri.
Dukungan kuat ini salah satunya disampaikan oleh Husni, warga Teluk Kuali—desa bertuah yang dikenal banyak melahirkan para pejabat dan tokoh penting. Mewakili aspirasi masyarakat Kabupaten Tebo yang kerap berinteraksi dan berkomunikasi langsung di tengah warga, Husni menyampaikan doa dan harapan besar agar estafet kepemimpinan LAM Jambi jatuh kepada Pahrudin Razi.
Terlebih lagi, Desa Teluk Kuali sendiri merupakan kampung halaman para sesepuh dan tokoh senior LAM Jambi di masa lampau. Husni merupakan salah satu cucu dari Kolonel (Purn.) H.M. Syukur, tokoh senior asal Desa Teluk Kuali, Kecamatan Tebo Ulu, yang namanya diabadikan sebagai nama Rumah Sakit Jiwa Kolonel H. M. Syukur di Kota Jambi, serta pernah menjabat sebagai Ketua LAM Provinsi Jambi pada era 1990-an.
Dukungan dan doa ini terus mengalir luas. Selain dari masyarakat Kabupaten Tebo dan kampung halaman para sesepuh LAM Jambi di Desa Teluk Kuali, dukungan moril juga datang dari Yang Mulia (YM) Datuk Raja Ross dari Malaysia—tokoh keturunan Melayu Jambi yang menyampaikannya secara langsung melalui sambungan telepon kepada Saudara Husni pada Sabtu sore, 1 November 2026.
Seluruh rangkaian doa dan dukungan dari berbagai elemen masyarakat ini ditujukan agar Mubes LAM Jambi mendatang melahirkan pemimpin yang bijaksana dan mampu merangkul seluruh pihak. Sebagaimana seloko adat:
“Duduk sorang besempit-sempit, duduk basamo balapang-lapang”
Pemimpin adat harus selalu mengutamakan musyawarah untuk mufakat agar tercipta kondisi “negeri aman padi menjadi, aek bening ikannya jinak” demi kemajuan dan ketenteraman Bumi Sepucuk Jambi Lurah Sembilan.
( Zul, Effendi )
Editor Utama : Robet T. Silun






