MAY DAY 2025 PT. MAJU KALIMANTAN HADAPAN DAN PT. SAWIT PRIMA SAKTI GELAR APEL PAGI UNTUK MERAYAKAN HARI BURUH

Diupdate pada 5 Mei, 2025 8:33

Tayang Senin,(05/05/2025)

Kaltim.-Borneoindonesianews.com,-Di hari Minggu pagi, tepatnya 04/05/25, Perusahaan PT. Maju Kalimantan Hadapan dan PT. Sawit Prima Sakti menggelar apel pagi di lapangan PT. SPS untuk merayakan Hari Buruh Sedunia, atau yang kita kenal dengan May Day. Acara tersebut dihadiri sekitar 200 orang, terdiri dari perwakilan pengurus Serikat Pekerja yakni Serikat Pekerja F HUKATAN, perwakilan perusahaan, serta para pekerja/karyawan . Beragam agenda tersaji, dimulai dari apel pagi hingga acara hiburan. Seluruh rangkaian acara terlaksana dengan khidmat dan penuh semangat dari seluruh peserta yang hadir.
Dengan semangat “MAY DAY IS KOLABORASI DAY”(tagline yang diusung oleh Menaker untuk Hari Buruh Sedunia 2025), tampak jelas suasana harmonis diantara para karyawan, pengurus Serikat Pekerja F HUKATAN, serta manajemen perusahaan dalam acara tersebut. Penyelenggaraan perayaan May Day dilingkungan PT. MKH dan PT. SPS ini mengindikasikan pengakuan tegas dari pihak manajemen perusahaan bahwa Serikat Pekerja adalah salah satu elemen penting dalam dinamika kemajuan perusahaan.
Pada saat memberi sambutan selaku Pembina upacara Hence Miquel Manager HSE&ISPO yang juga perwakilan dari perusahaan berkata “Saya mengajak seluruh pekerja yang hadir pada saat ini mari kita menjadi contoh yang baik, saya sangat mendukung tema yang diangkat, mari kita jaga keselamatan kita dalam bekerja, itu komitmen kita bersama. Mari kita jaga hubungan industrial yang baik antara pekerja dengan pengusaha. Kita melihat Bapak Ibu Saudara-saudara kondisi saat ini, tantangan yang cukup besar yang harus dihadapi, baik oleh buruh sendiri dan pengusaha, dengan adanya perang dagang yang terjadi saat ini, tentunya akan berimbas buat seluruh pengusaha yang ada, baik itu di negara kita Republik Indonesia, terlebih juga mungkin akan berpengaruh buat perusahaan tempat kita bekerja saat ini. Namun saya percaya dengan adanya hubungan yang baik, Kita sama-sama menjadi mitra, untuk mencari solusi yang terbaik terhadap permasalahan-permasalahan yang terjadi” ujarnya
Nada yang sama diucapkan oleh SEM PT. SPS Nanang ”bahwa Serikat Pekerja ini adalah bermitra dengan perusahaan. Kalaupun ada masalah kita selesaikan bersama-sama dengan cara diskusi. Itu mungkin lebih baik. Saya pada hari ini mengucapkan selamat dari buruh tanggal 1 Mei 2025, Saya harap kita dapat bekerjasama. Bapak-Ibu semuanya di lapangan, kami juga sebagai tim manajemen di lapangan juga bisa bekerjasama dengan baik dan bagus semuanya.”
Tak lepas pula ketua DPC F HUKATAN Muhammad Zulkifi menyerukan “Banggalah kita sebagai pekerja, makanya saya harapkan tema kita jadilah buruh tanguh untuk keluarga kita. Kita bekerja untuk keluarga. Tanamkan niat kita dalam hati. Ditanamkan hari ini bagaimana May Day ini kita jadikan semangat untuk kita bekerja ke depan bersama mitra kita yaitu PT. Maju Kalimantan Hadapan dan PT. Sawit Prima Sakti. bahu membahu kita . Segala sesuatu kami selaku Serikat Pekerja akan memperjuangkan hak-hak kawan-kawan. Ini saya garis bawahi. Jadi jangan khawatir, jangan salah menempatkan diri dalam kita bekerja. Ikuti aturan, ikuti perintah sesuai peraturan kerja. Itu mungkin pesan saya selaku ketua di DPC F HUKATAN. Saya berterima kasih kawan-kawan yang sudah hadir pada hari ini. Ini menunjukkan orang yang hadir itu semangatnya tinggi Pak. Semangat dia berjuang tinggi. Buruh itu adalah dasarnya perjuangan. Jadi orang yang mau hadir dia yang mau berjuang. Maka dengan itu saya akhiri. Selamat Hari May Day Tanggal 1 Mei 2025. Semangat! Buruh! Buruh! Buruh! Terima kasih. Terima kasih” ujarnya berapi-api.
Kemitraan merujuk pada proses membangun hubungan atau relasi yang kuat. Jamal menggarisbawahi bahwa semakin banyak hubungan yang dibangun dengan sukses, semakin menguntungkan bagi lembaga karena akan membuka lebih banyak akses dan peluang untuk pertumbuhan (Astutis. A.W, 2016). Oleh karena itu, penting untuk menekankan bahwa baik manajemen maupun serikat pekerja harus memiliki pemahaman yang sama mengenai niat baik, kepercayaan, dan hubungan saling menguntungkan. Ini bukan hanya sekadar konsep teoritis, tetapi merupakan tindakan nyata yang harus terbukti dan dipraktikkan secara konsisten. ( Hilma Harmen , Dina Sarah Syahreza , Amelia Ardana , Afifa Rahma Wudda , Ronauli Pasaribu , Keni Mayori Hasibuan , Willy Linchon Sihombing: Universitas Negeri Medan”jurnal UM Surabaya”.

(yp)

Editor Utama : Robet T. Silun

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews