Pelatihan Jurnalistik, Wartawan Senior Ungkap Ini

Diupdate pada 30 November, 2023 9:06

Tayang Kamis, (30/11/2023)

Timor Tengah Selatan -Borneoindonesianews.com,- Menghadapi era digital masa kini, GMT Institut Jakarta bekerja sama Yayasan Felix Maria Go (YFMG) yang dipelopori langsung Ir. Fransiscus Go. SH, mengelar Pendidikan Pelatihan jurnalistik bagi generasi Milenial So’E, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berlangsung di Hotel Jati Asih Kota So’E, Rabu, (29/11/2023).

Pelatihan jurnalistik ini bertujuan untuk menumbuh kembangkan Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya insan Milenial TTS agar mampu berkarya melalui kompetensinya pada bidang pemberitaan dan informasi Publik, hal itu dilaksanakan GMT Institut Jakarta dan Yayasan Felix Maria Go (YFMG), lantaran kekuatan Pembangunan Negara Republik Indonesia tidak terlepas dari Kekuatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada pada setiap Daerah

Kesempatan itu, Wartawan Senior NTT, Robert Kadang yang juga adalah Anggota Dewan PERS, dalam paparan materinya mengatakan, Orang mudah TTS harus mampu membedakan informasi dan berita, lantaran menurutnya, informasi adalah suatu informasi yang diragukan kebenarannya sedangkan berita adalah informasi yang telah terpenuhi unsur 5 W 1 H (What,Who,When,Why,Where, dan How), berimbang dan berasal dari sumber yang terpercaya.

Robert yang juga adalah Eks Wartawan Timor Express Kupang, mengatakan sebuah berita yang memiliki nilai tinggi adalah berita kontroversial, ia mencontohkan, jika anjing menggigit manusia adalah hal yang lumrah sering terjadi, tetapi jikalau manusia menggigit anjing, itu baru namanya berita

Putra Sulawesi jebolan Universitas Hasanuddin Makassar ini juga berharap, dengan momentum pelatihan jurnalistik ini, Orang muda TTS terus belajar menjadi Jurnalis muda yang Cerdas dan mampu memberikan sumbangsih pikirannya untuk Pembangunan Nusa Tenggara Timur ke depan

Kesempatan yang sama, Sofia Nurdiyanti, S.Psi, yang juga berasal dari GMT Institut Jakarta, memberikan pemahaman tentang bagaimana cara terbaik penyuntingan berita yang baik menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebelum di publish.

Untuk diketahui, kegiatan itu dihadiri 50 orang peserta yakni 15 Orang Mahasiswa asal institut Pendidikan So’E, 15 Orang Mahasiswa asal Sekolah Tinggi Agama Kristen Arastamar (STAKAS) So’E, 10 Orang Jurnalis TTS dan 10 Orang lainnya berasal dari kalangan Pemuda-pemudi TTS

Kegiatan Pelatihan jurnalistik ini di handle langsung Koordinator Umum, Arie Hoema, dan akan di selenggarakan di semua Kabupaten di daratan Timor dan akan memperoleh sertifikat, sementara di Kabupaten TTS telah sukses dilaksanakan Ketua Panitia Mega Ngefak yang juga adalah Jurnalis Spektrum NTT.

(Frid -Kordinator Wilayah NTT).

Editor : Robet T. Silun

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews