Diupdate pada 23 Mei, 2026 7:06
Tayang Sabtu, (23/05/2026)
Bandung-Borneoindonesianews.com-Musim 2025/2026 resmi menjadi salah satu musim paling bersejarah dalam perjalanan Persib Bandung. Meski gagal memenangkan pertandingan terakhir musim ini, Maung Bandung tetap memastikan diri sebagai juara BRI Super League Indonesia berkat keunggulan head to head atas Borneo FC.
Namun gelar juara kali ini bukan sekadar trofi biasa. Persib datang membawa serangkaian rekor yang mengubah peta sejarah sepak bola nasional.
Persib dibawah pelatih Bojan Hodak kini resmi menjadi klub pertama sepanjang sejarah Liga Indonesia modern yang mampu meraih tiga gelar juara liga secara berturut-turut atau hattrick juara:
– 2023/2024
– 2024/2025
– 2025/2026
Catatan tersebut belum pernah dicapai klub mana pun sejak kompetisi Liga Indonesia dimulai pada musim 1994/1995. Dominasi Persib dalam tiga musim terakhir menjadi bukti konsistensi, mental juara, dan kekuatan skuad yang berhasil dibangun secara berkelanjutan.
Nama Bojan Hodak pun ikut masuk dalam lembar emas sejarah Persib sebagai History maker, Pelatih asal Kroasia itu sukses membawa era kejayaan baru ke tanah Pasundan dengan tiga titel liga berturut-turut. Sebuah pencapaian yang menjadikannya salah satu pelatih paling sukses dalam sejarah klub.
Tak hanya dari sisi kolektivitas tim, musim ini juga menjadi musim bersejarah bagi sektor pertahanan Persib. Penjaga gawang Persib, Teja Paku Alam, sukses memecahkan rekor clean sheet sepanjang sejarah Liga Indonesia dengan catatan 18 kali nirbobol dalam satu musim mematahkan rekor Yo Jae Hoon kiper Persipura dengan 17 clean sheet.
Rekor tersebut menegaskan betapa kokohnya lini belakang Maung Bandung sepanjang kompetisi berjalan. Persib bukan hanya tim yang efektif dalam meraih poin, tetapi juga tampil disiplin dan sulit ditembus lawan.
Lebih dari itu, gelar musim ini membuat Persib semakin kokoh sebagai klub tersukses dalam sejarah Liga Indonesia modern. Dengan total lima gelar liga, Persib kini menjadi klub dengan koleksi trofi liga terbanyak sepanjang sejarah kompetisi nasional era modern yang di mulai pada tahun 1994
Musim ini menjadi simbol sempurna dari dominasi, konsistensi, dan sejarah.
Selamat buat Persib.
Selamat untuk Bobotoh.
Selamat untuk Jawa Barat.
( Raden Kemal )
Editor Utama : Robet T. Silun






