Polda Riau Selesaikan Pembangunan 60 Jembatan di Berbagai Wilayah Riau

Diupdate pada 3 Juni, 2026 9:26

Tayang Rabu, (13/06/2026)

Pekanbaru-Borneoindonesianews.com- Satuan Tugas (Satgas) Darurat Pembangunan Infrastruktur Jembatan Tahap II Polda Riau menyatakan telah menyelesaikan pembangunan 60 jembatan di berbagai wilayah Provinsi Riau hingga awal Juni 2026. Infrastruktur tersebut kini telah digunakan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari, mulai dari akses pendidikan hingga kegiatan ekonomi.

Pembangunan jembatan dilakukan oleh personel gabungan dari Satuan Brimob, Direktorat Samapta, dan Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Riau. Program ini disebut sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan konektivitas wilayah pedesaan serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan dasar.

Sejumlah jembatan yang telah rampung dibangun berada di daerah yang sebelumnya mengalami kendala akses akibat kondisi infrastruktur yang rusak atau tidak layak digunakan. Kehadiran jembatan baru tersebut dinilai membantu memperlancar mobilitas warga menuju sekolah, lahan pertanian, tempat ibadah, serta pusat kegiatan ekonomi.

Salah satu manfaat yang dirasakan masyarakat terjadi di Kabupaten Pelalawan. Sebelum dilakukan pembangunan, para pelajar di wilayah tersebut harus melintasi jembatan yang kerap terendam saat air pasang. Kondisi itu membuat mereka harus berhati-hati bahkan membuka alas kaki agar dapat menyeberang dengan aman.

Setelah jembatan dibangun kembali, akses menuju sekolah menjadi lebih mudah dan aman. Para siswa kini dapat melintas tanpa harus khawatir terjatuh atau basah akibat genangan air yang sebelumnya sering menutupi badan jembatan.

Selain mendukung aktivitas pendidikan, pembangunan jembatan juga memberikan dampak terhadap sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan. Akses yang lebih baik dinilai mempermudah mobilitas petani dan nelayan menuju lokasi usaha mereka sehingga distribusi hasil produksi dapat berjalan lebih lancar.

Meski demikian, pekerjaan pembangunan infrastruktur belum sepenuhnya selesai. Hingga saat ini, Satgas Polda Riau masih melanjutkan pembangunan 23 jembatan lainnya yang berada dalam berbagai tahapan pengerjaan.

Sejumlah proyek dilaporkan telah memasuki tahap akhir dan mendekati penyelesaian.

Komandan Satuan Brimob Polda Riau, Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa, mengatakan pembangunan jembatan merupakan bentuk pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur.

“Pembangunan jembatan ini adalah bentuk pengabdian dan kepedulian kami kepada masyarakat. Kami ingin memastikan anak-anak bisa pergi sekolah dengan aman, masyarakat dapat beraktivitas dengan lancar, dan roda perekonomian desa tetap berjalan,” ujar Ketut dalam keterangan yang diterima, Rabu (3/6/2026).

Menurut dia, berbagai tantangan di lapangan, mulai dari kondisi geografis hingga faktor cuaca, tidak mengurangi semangat personel yang terlibat dalam proses pembangunan.

Polda Riau menargetkan seluruh pembangunan jembatan pada tahap kedua dapat diselesaikan sesuai rencana. Program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan konektivitas antarwilayah, tetapi juga mendukung pemerataan pembangunan, memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat desa, serta memperluas akses pendidikan bagi warga di daerah terpencil di Provinsi Riau.( Humas Polda Riau/Ronggur. G)

Editor Utama: Robet T.Silun.

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews